Sistem juga mengurangi waktu murid bersama keluarga, karena murid

Sistem pendidikan di Indonesia pada saatini sudah memasuki pembaruan.

Salah satunya adalah keputusan yg dibuat olehkementerian pendidikan dan kebudayaan republic Indonesia, yaitu tentangpenerapan belajar 8 jam untuk 5 hari. Dengan dibuatnya penerapan ini, parasiswa lebih banyak menghabiskan waktu disekolah. Keputusan yg dibuat olehkemendikbud tersebut memuai kritikan dari berbagai pihak. Salah satunya adalahorang tua, orang tu siswa banyak berpendapat bahwa penerapan belajar 8 jamtersebut tidak efektif, karena ketika sesampainya dirumah, kebanyakan siswaakan merasakan kelelahan dan memutuskan untuk tidur, dan tidak mengulang materipelajaran yg didapatnya disekolah. Pada proses pembelajaran 8 jam, siswa tidakhanya menerima pelajaran dari guru dikelas, tetapi juga terdapat banyakkegiatan ekstrakulikuler diluar kelas seperti olahraga, pramuka, kesenian dankegiatan lainnya dan juga ada proses pendidikan karakter. Proses penerapanbelajar 8 jam ini tidak bisa di terapkan di semua daerah, karena kehidupan dipedesaan dan di kota berbeda, tingkat kriminalitas dikota lebih besar, olehkarena itu penerapan belajar 8 jam belum bisa dilakukan di kota karenamempertimbangkan resiko kriminalitas yg akan terjadi. Proses pembelajaran 8 jamini juga mengurangi waktu murid bersama keluarga, karena murid seharian penuhakan berada disekola, dan juga bisa membuat orang tua lepas tanggung jawab,orang tua menyerahkan sepenuhnya pendidikan anaknya kepada guru, karena waktuanak disekolah lebih banyak dari pada waktu disekolah.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

            Padamasalah proses pembelajaran 8 jam disekolah,saya lebih memilih kontra karenabeberapa factor. Bisa dilihat dari dampak yg ditimbulkan dari prosespembelajaran 8  jam diskeolajh. Denganpenerapan pembelajaran 8 jam kemungkinan besar dapat membuat murid akan merasakelelahan dan stress karena terus meneerus berada disekolah dan kekuranganwaktu untuk bersama keluarga dan bermain berssama teman dirumah, dan juga akandapat membuat murid terpengaruh kepada teman temannya yg kurang baik. Penerapanpembelajaran 8 jam ini tidak dapat dilakukan di semua sekolah di Indonesia,karena penerapan proses pembelajaran ini sekolah membutuhkan fasilitaspenunjang, seperti tempat bermain, temat kegiatan ekstrakulikuler, dan tentunyatempat berisitirahat yg nyaman. Dan juga bisa ditinjau pada masaalh biaya,orang tua pasti harus memberikan uang berlebih kepada anaknya karena anaknyaakan berada lebih lama disekolah. Penerapan sistem belajar 8 jam juga dapatmengurangi waktu siswa untuk mengulang materi pelajarannya ketika sampaidirumah. Karena pada umunnya siswa merasa kelehan ketika sampai dirumah, danmemutuskan untuk tidur. Penerapan 8 jam belajar ini juga menambah beban kepadaguru, seorang guru tidak hanya memiliki tanggung jawab disekolah saja, tetapseorang guru juga? memiliki tanggung jawab dirumah, seperti ibu rumah tanggaakan memasak, dan mengurus anak.

Kalau guru berada disekolah sampai sore, suamiatau istri mereka akan protes. Dan tidak menutup kemungkinan siswa menjadiasing dilingkungan tempat tinggalnya, berkurangnya sosialisasi, kurangnyabergaul dengan lingkungan sekitarnya. Sistem penerapan belajar 8 jam ini menurutsaya tida efektif karena beberapa daampak dan kerugian yg ditimbulkannya. Sayamempunyai saran sebaiknya penerapan belajar 8 jam ini tidak disama ratakaanpada semua sekolah, karena tidak semua sekolah memiliki fasilitas yg memadaiuntuk penerapan sistem belajar ini.

Pemerintah juga harus mempertimbangkan haltersebut