PENGARUH maya maupun di dunia nyata. Walaupun media sosial

PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAPPERUBAHAN PERILAKU MANUSIA DALAM BERKOMUNIKASI Abstrak:Mediasosial merupakan salah satu teknologi komunikasi mutakhir dengan perkembanganyang sangat pesat. Perkembangan tersebut terlihat dari beragamnya fitur yangditawarkan oleh masing-masing media sosial untuk menarik penggunanya. Selainitu, jumlah pengguna media sosial yang mencapai puluhan juta pengguna, membuatmedia sosial semakin populer dan masif. Dibalik kepopulerannya, media sosialmerupakan senjata yang ampuh untuk mempengaruhi perilaku seseorang dalamberkomunikasi baik di dunia maya maupun di dunia nyata.

Walaupun media sosialhanyalah perantara untuk melakukan suatu komunikasi, namun masih banyak yangterpedaya dengan kecanggihan dari media sosial ini. Penulisan ini dibuat untukmembahas sejauh mana pengaruh media sosial terhadap perilaku manusia dalam berkomunikasidengan tujuan agar manusia dapat menyeimbangkan komunikasi yang terjalin didunia maya dan di dunia nyata melihat begitu banyak permasalahan yang munculakibat komunikasi yang dilakukan di media sosial. Tentunya penggunaan mediasosial penting sebagai wujud kemajuan teknologi komunikasi dengan segudangmanfaat bagi manusia, namun tetap harus bijak dalam penggunaannya agarkomunikasi di dunia nyata tetap berjalan sebagaimana semestinya.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Kata kunci:media sosial, perilaku, komunikasiPENDAHULUANSekarang ini kita hidup di zaman yangserba canggih dan lengkap dengan segala kemudahan yang tersedia. Salah satukemudahan yang ditawarkan oleh kemajuan teknologi adalah media komunikasi yangdisebut dengan media sosial. Menurut Margaret Rouse (2016), “Social media is the collective of onlinecommunications channels dedicated to community-based input, interaction,content-sharing and collaboration”. (media sosial adalah saluran komunikasidaring secara serentak yang berasal dari masyarakat, berkaitan denganinterkasi, berbagi informasi dan kolaborasi).

Fokus dari media sosial adalahpenggunaanya yang melalui online ataudengan ketersediaannya fasilitas jaringan internet. Media sosial daripengertian diatas juga mengacu pada proses interaksi antarmasyarakat dengantujuan untuk saling berbagi informasi. Selain itu, media sosial juga merupakansarana berkomunikasi yang dapat dilakukan seketika, efisien dan hemat dalammemberikan informasi kepada masyarakat (Prabowo, 2015).

 Tren yang terjadi saatini bahwa masyarakat begitu antusias dengan adanya media sosial. Terbuktidengan laporan Tetra Pak Index (Yudhianto, 2017) yang menyatakanbahwa hampir setengah atau sekitar 40% dari 132 juta pengguna internet di Indonesia merupakan pengguna mediasosial. Hal ini diperkuat dengan survey yang dilakukan oleh Kementrian Kominfoyang menunjukkan jumlah pengguna media-media sosial terpopuler di Indonesiaantara lain, Facebook dengan 65 juta pengguna, Twitter dengan 19,5 jutapengguna, Google+ dengan 3,4 juta pengguna, LinkedIn dengan 1 juta pengguna danPath dengan 700 ribu pengguna (Anwar, 2017).

Masifnya jumlahpengguna sosial, ternyata meningkatkan peggunaan ponsel pintar (baca: smartphone) di masyarakat. Hal initidaklah mengherankan, sebab smartphone merupakanalat komunikasi yang menyediakan berbagai macam fitur yang dapat digunakankapanpun dan dimanapun termasuk media sosial itu sendiri.  Selain itu, banyaknya jumlah pengguna media sosial membuatkonten yang tersebar di media sosial pun sangat beragam.

Mulai dari unggahanteks, foto atau gambar, video, link, dan lain sebagainya. Tidak hanya sebagaialat untuk berkomunikasi, media soial juga digunakan sebagai alat pencariinformasi, pengolah data, hiburan hingga bisnis (Aditia, 2017). Dari konten sertakegunaan media sosial tersebut, dapatkah media sosial mempengaruhi perlakumanusia dalam berkomunikasi? Kemudian, bagaimana tindakan atau perilaku komunikasimanusia di media sosial? Bagaimana media sosial begitu kuat dalam mempengaruhi perilakumasyarakat? Serta bagaimana keterikatan manusia dengan media sosial berpengaruhdengan kehidupan nyatanya di masyarakat? Tujuan dari ditulisnya artikel ilmiah ini adalah untukmenjawab pertanyaan yang telah disebutkan diatas. Jawaban atas pertanyaantersebut akan dijelaskan lebih lanjut dalam tulisan ini. Dengan adanya tulisanini, penulis berharap masyarakat menjadi lebih aware dengan informasi yang beredar di media sosial serta lebihpeduli dengan komunikasi nyata yang dilakukan tatap muka daripada terpakudengan media sosial yang digunakannya.METODE Metode yang digunakandalam penyusunan penelitian ini adalah metode kepustakaan. Metode kepustakaanini merupakan kegiatan mengumpulkan informasi yang sesuai dengan topik ataupermasalahan yang dikaji (Setiawan, 2016).

Kumpulan informasiyang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari buku, jurnal, karya ilmiah,internet dan sumber-sumber lain yang relevan dengan topik bahasan dalam tulisanini. Media sosial diciptakanuntuk berbagai keperluan dalam rangka mempermudah kehidupan manusia terutamadalam berkomunikasi. Komunikasi di media sosial tidak hanya terbatas padakegiatan percakapan saja melainkan lebih dari itu sesuai dengan konteks yangditawarkan masing-masing media sosial. Berikut adalah beberapamedia sosial yang populer di masyarakat dan bidang penggunaanya (Rouse, 2016), antara lain: Facebook,sebuah jejaring media sosial yang memungkinkan pengguna untuk membuat profiles, mengunggah foto ataupun video,mengirim pesan untuk tetap berhubungan dengan sanak keluarga dan teman sejawat.Twitter, memungkinkan pengguna untukmenyebarkan pesan pendek yang disebut tweetsdan follow (baca: mengikuti) penggunayang lain.

Google+ (baca: Google Plus), dengan slogannya “Real-life sharing rethought for the web”, Google+mencoba mendekatkan masyarakat dalam berinteraksi di dunia maya seolah-olahseperti di kehidupan nyata. LinkedIn,diperuntukkan bagi para komunitas bisnis dalam membangun relasi dan kepercayaansecara profesional serta Pinterestyang berfokus pada konten untuk menyebarkan dan menemukan foto secara daring. Daripemaparan media-media sosial tersebut, secara umum, media sosial dikelompokkan berdasarkanpenggunaanya adalah selain keperluan komunikasi, media sosial juga berperandalam penyebaran informasi, dan keperluan karier serta bisnis.   Namun,bagaimana pola komunikasi yang terjalin di media sosial itu sendiri sehinggabegitu besar pengaruhnya dalam kehidupan bermasyarakat?HASIL DAN PEMBAHASANSebelum mengetahui polakomunikasi yang terjalin dalam media sosial, akan lebih mudah apabila kitamengetahui alasan pengguna mengakses media sosial dan fungsi dari media sosialitu sendiri.  Alasan penggunaan mediasosial menurut Maciej Fita (2012), yakni: (1) media sosial memberi ruang untukbertemu dengan orang baru. Hal ini cukup beralasan sebab media sosialmemfasilitasi chat room (baca: ruangobrolan) bagi siapapun yang ingin berinteraksi satu sama lain.

(2) Sifat mediasosial yang user-friendly (baca:ramah bagi pengguna) menjadikannya mudah untuk diakses dan memungkinkanterhubungnya satu dengan yang lain tanpa batas. (3) Media sosial sebagi tempatberkumpul para pengguna dengan ketertarikan atau kegemaran pada bidang tertentuyang sama. Ditambah lagi dengan fitur groupchat (baca: percakapan dalam grup), membuka siapapun yang memilikiketertarikan atau kegemaran bidang yang sama untuk bergabung dan berbagipengalaman. (4) Media sosial seperti Facebook dan Google+ terbuka untuk siapasaja tanpa harus membayar untuk mengaksesnya. (5) Media Sosial sebagai sarana job recruitment atau perekrutan karyawanbaru bagi perusahaan yang membutuhkannya. Salah satu media sosial yangmemungkinkan hal ini adalah LinkedIn.

Selain itu, LinkedIn juga memungkinkanpara pencari kerja untuk mendapatkan pekerjaan sesuai dengan kemampuan yangdimilikinya, dan (6) media sosial sebagai asisten bisnis dalam menarikkonsumen. Media sosial seperti Facebook, membantu perusahaanuntuk melakukan ekspansi pasar dan tetap up-to-datedengan tren baru yang berkembang di masyarakat dan tentunya hal ini berpengaruhbesar terhadap pencapaian hasil yang akan didapatkan (Gherghita-Mihaila, 2016). Selain itu, perusahaanmenggunakan media sosial untuk terjalinnya hubungan yang baik dengan para customer (Mulawarman & Nurfitri, 2017). Fungsidari media sosial menurut Kietzmann, et.

al dalam Rahadi (2017) didefinisikandengan tujuh kotak bangunan fungsi, antara lain (1) identity, menyangkut identitas pengguna dalam media sosial sepertinama, usia, jenis kelamin, pekerjaan, tempat serta foto, (2) conversation, menyangkut komunikasi parapengguna dalam media sosial, (3) sharing,menyangkut penerimaan dan penyebaran konten berupa teks, gambar atau videoantarsesama pengguna, (4) presence,menyangkut privat atau tidaknya akses ke pengguna lain, (5) relationships, menyangkut keterkaitansatu pengguna dengan pengguna yang lain, (6) reputation, menyangkut cara pengguna mengenali orang lain dandirinya sendiri, dan (7) groups, yangmenyangkut komunitas yang dibentuk para pengguna.Analisadari alasan dan fungsi tersebut, komunikasi yang terjadi di media sosial antaralain sarana aktualisasi diri atau wujud eksistensi diri, komunikasi virtual sertamembangun komunikasi antarkelompok.1.     Sarana aktualisasi diri atau wujudeksistensi diri. Hal ini sesuai dengan salah satu fungsi sosial dari komunikasi, yaknisebagai wujud eksistensi diri (Mulyana, 2016).Media sosial membuka lebar ruang untuk hal tersebut. Seperti yang dikatakanoleh Maciej Fita (2012) bahwa media sosial membuka ruang bagi setiap individuatau kelompok untuk saling berinteraksi dengan kata lain berkomunikasi dan kitadapat dikatakan eksis apabila kita berkomunikasi. Untuk mewujudkan eksistensitersebut, pengguna dapat melakukan berbagai macam cara.

Misalnya, media sosialbagi seorang seniman (pelukis, photographer,hingga penulis karya sastra) adalah sebagai sarana untuk memperkenalkankarya-karyanya kepada khalayak. Bagi seorang individu, fenomena yangaktualisasi diri yang tren saat ini adalah dengan ber-selfie. Sebuah fotoselfie dapat menginterprestasikan banyak hal seperti posisi kita berada,kegiatan yang dilakukan, pemikiran kita, hingga pandangan orang lain ketikamelihat kita (Mulawarman & Nurfitri, 2017). 2.     Komunikasi virtual. Perludiketahui bahwa, terdapat perbedaan cara dalam pertukaran informasi antarakomunikasi konvensional (langsung dari individu ke individu tanpa perantara)dengan komunikasi di media sosial. Dalam film dokumenter yang berjudul How Social Networks Have Changed the World (Moore, 2013), contoh sederhanaperbedaan komunikasi tersebut adalah saat seseorang berulang tahun, apabilakita menggunakan komunikasi konvensional yang kita lakukan adalah mengucapkan ‘selamatulang tahun’ secara langsung atau melalui kartu ucapan.

Berbeda halnya ketikamenggunakan media sosial, kita cukup menuliskan ‘selamat ulang tahun’ atau ‘happy birthday’ pada halaman Facebook ataudi media sosial lainnya milik yang berulang tahun. Selain itu, contoh nyatakomunikasi virtual dalam media sosial adalah kampanye hashtag. Kampanye adalahsalah satu bentuk komunikasi untuk mengubah pola pikir serta perilakumasyarakat dalam membangun kesadaran mengenai suatu hal (Muyasaroh, n.d). Sedangkan, hashtag (baca: tanda pagar (#)) dalammedia sosial identik dengan Twitter sebagi kategori percakapan (Ilmastuty, 2015).Salah satu kampanye hastag yang cukup menarik perhatian masyarakat adalah#MeToo (baca: hashtag ‘Me Too’) yang dipelopori oleh aktris kenamaan Hollywood,Alyssa Milano sebagai gerakan anti pelecehan seksual (Khomami, 2017). 3.

     Membangun komunikasi antarkelompokatau dikenal dengan group message.Group dalam media sosial biasanya dikategorikan sendiri sesuai dengan minat,kegemaran atau ketertarikan yang sama dari beberapa pengguna. Beberapa mediasosial yang memfasilitasi group messageini, antara lain: Facebook Groups, LinkedIn Groups, dan Google+ Communities.

Dalam hal ini, media sosial memudahkan bagi pengguna yang memiliki kepentinganyang sama untuk berkumpul dan berkomunikasi dimanapun dan kapanpun.Dariketiga pola komunikasi dalam media sosial tersebut, masing-masing memilikikekuatan dalam  memberikan pengaruh baikdalam diri pengguna yang memberikan informasi maupun pengguna yang menerimainformasi. Seperti yang diungkapkan oleh Thomas M. Scheidel dalam buku Deddy Mulyana (2016) yang berjudul Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar, tujuankomunikasi  adalah “…untuk mempengaruhi orang lain untukmerasa, berpikir, atau berperilaku seperti yang kita inginkan”.Dalam mewujudkan aktualisasi diri atau eksistensi diri,terkadang seseorang rela melakukan apapun agar keberadaannya di media sosialdiketahui orang orang lain. Hal ini merupakan human nature (tabiat manusia) sebagai makhluk sosial. Sepertimisalnya dalam media sosial Facebook, seseorang mengunggah foto dirinyasemata-mata hanya untuk mendapatkan perhatian atau “like” dari penggunanya. Selain itu, narsistik, egosentris, merasalebih atau menonjol dari yang lain sering ditampilkan dalam media sosialsebagai wujud eksistensi diri (Anwar, 2017).

Menurut Bala (2014), terobsesi dengan komunikasi virtual ataumedia sosial dapat menimbulkan masalah dalam komunikasi interpersonal (individumaupun kelompok) yang dapat mengarah pada “notcommunication” atau tidak berkomunikasi di dunia nyata. Beberapadiantaranya adalah mayoritas pengguna sulit menemukan waktu untuk berbicarakepada orang terdekat secara fisik ketika sudah terikat dengan media sosialsebab berkurangnya kegiatan komunikasi face-to-face(Lloyd, 2005), penggunaan bahasa singkat atauakronim, hingga pengguna yang menggunakan identitas palsu (Bala, 2014), hoax, cyber-hate, cyber-bullying (Anwar, 2017),hingga smartphone addiction ataukecanduan yang mengarah pada lonelinessatau antisosial (Smith, 2017). Selain itu, gerakankampanye yang masif di media sosial tentunya tidak akan berdampak besar apabilatidak ada aksi  yang benar-benr dilakukandi kehidupan nyata, seperti pernyataan Allison Graham (2014) dalam forum TEDxTalks dengan judul How Social Media MakesUs Unsocial, bahwa “make peopleactivism, not hashtag activism”,  yaknibuatlah kampanye manusia, bukan kampanye hashtag. Untuk menghindari perilaku buruk yang telah disebutkan,berikut adalah panduan serta etika dalam menggunakan media soaial yang menurut GerakanBijak Bersosmed (2017), diantaranya:1.  Panduan dasar menggunakanmedia sosiala.      Hindari menunjukkaninformasi pribadi di media sosial.b.     Menjaga keamanan akundengan membuat password yang sulitditerka dan mengubahnya berkala.

c.      Hindari berita yangbelum pasti kebenarannya (hoax).d.     Sebarkan pesan atauinformasi positif.e.      Gunakan media sosialsesuai dengan kebutuhan dan hindari ketergantungan media sosial.2.

  Etika di media sosiala.      Menghindari konflikatau permusuhan.b.     Tidak menceritakanmasalah pribadi di media sosial.

c.      Hindari saling ejekdengan menyebutkan atau tidak menyebutkan nama.d.     Batasi menyebar fotopesta yang berlebihan.

e.      Jauhi sikap ekstremdengan tujuan menjatuhkan pendapat orang lain.KESIMPULANMedia sosial telah banyak mengubah carakita dalam berkomunikasi dan berdampak luas baik pada diri sendiri maupun oranglain, di dunia maya dan juga dunia nyata. Wael Ghonim mengatakan dalam Huffiton Post bahwa “kita mempunyaikewajiban menggunakan kekuatan media sosial to mengatakan kebenaran” (Lata, 2016) mengingat betapabesar pengaruh media sosial terhadap cara kita berkomunikasi.

Penulismenyimpulkan bahwa media sosial sebagai alat berkomunikasi penting untukdimiliki melihat begitu banyak keuntungan yang didapat dari penggunaannya,namun alangkah baiknya kita menyeimbangkan antara komunikasi di media sosialatau dunia maya dengan komunikasi secara langsung dengan sesame tanpaperantara. Dengan demikian, kita dapat mengambil manfaat media sosial secaramaksimal tanpa mengesampikan peran sosial kita di masyarakat. DAFTAR PUSTAKAAditia, R. (2017, Oktober 5). Budaya Baru AkibatMeningkatnya Penggunaan Smartphone. Diakses Desember 16, 2017, daridepoLinks:depolinks.com/2017/10/05/budaya-baru-akibat-meningkatnya-penggunaan-smartphone/Anwar, F. (2017).

Perubahan dan Permasalahan Media Sosial. JurnalMuara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 1, No, 1 , 137-144. Diakses darihttp://journal.untar.ac.id/index.php/jmishumsen/article/download/343/284Bala, K.

(2014). SocialMedia and Changing Communication Patterns. Global Media Journal-IndianEdition Vol. 5, No. 1 , 1-6. Diakses darihttp://www.caluniv.ac.

in/global-mdia-journal/ARTICLE-JUNE-2014/A_3.pdfFita, M. (2012,November 28). 6 Reasons Why Social Networking is So Popular These Days. DiaksesDesember 15, 2017, dari www.brandignity.

com:https://www.brandignity.com/2012/11/6-reasons-why-social-networking-is-so-popular-these-days/Gerakan Bijak Bersosmed.(2017). #BijakBersosmed 2017.

Diakses Desember 16, 2017, daribijakbersosmed.id:http://bijakbersosmed.id/oldweb/bersosmed/public/images/press/1507133463.pdfGherghita-Mihaila, D.

(2016). How is Social Media Influencing the Way We Communicate? Acta UniversitatisDanubius Vol. 10, No. 1 , 74-83. Diakses dari http://journals.univ-danubius.

ro/index.php/communicatio/article/viewFile/3198/3292Graham, A. (Speaker).(2014). How Social Media Makes Us Unsocial Motion Picture.

AmerikaSerikat: TEDx Southern Methodist University oleh TEDx TalksIlmastuty, E. (2015,February 11). Pentingnya Hastag untuk Efektivitas Brand Campaign. DiaksesDesember 16, 2017, dari MIX Online Magazine:mix.

co.id/headline/pentingnya-hastag-untuk-efektivitas-brand-campaignKhomami, N. (2017,Oktober 20). #MeToo: How a Hashtag Became a Rallying Cry Against SexualHarassment. Diakses Desember 16, 2017, dari Guardian News and Media Ltd.:https://www.google.

co.id/amp/s/amp.theguardian.

com/world/2017/oct/20/women-worldwide-use-hashtag-metoo-against-sexual-harassmentLata, D. (2016, Oktober26). Wael Ghonim: We Have A Duty to Use Our Social Media Power to Speak theTrut.

Diakses Desember 15, 2017, dari huffingtonpost.com: https://www.huffingtonpost.com/entry/wael-ghonim-social-media_us_580e364ae4b000d0b157b53aLloyd, B. (2005). HowHas the Internet Affected the Way We Communicate Within This New Era? Can WeUse This to Our Advantage? New Zealand Association for Cooperative Education(pp. 31-35). Diakses dari https://www.

researchgate.net/publication/242078848_How_Has_the_Internet_Affected_the_Way_We_Communicate_Within_This_New_Era_Can_We_Use_This_to_Our_AdvantageMoore, A. (Director).

(2013). How Social Networks Have Changed the World Motion Picture.InggrisMulawarman, &Nurfitri, A. D.

(2017). Perilaku Pengguna Media Sosial beserta ImplikasinyaDitinjau dari Perspektif Psikologi Sosial Terapan. Buletin Psikologi Vol.25, No.

1 , 36-44. Diakses dari https://journal.ugm.ac.

id/buletinpsikologi/article/download/22759/17451Mulyana, D. (2016). IlmuKomunikasi Suatu Pengantar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.Muyasaroh, S. (n.d.

).Kampanye Perubahan Sosial. Kesadaran Masyarakat, Aspek Perubahan Kognitifdan Perilaku , pp.

18-38. Diakses dari http://jurnal.yudharta.ac.id/wp-content/uploads/2013/10/KAMPANYE-PERUBAHAN-SOSIAL.pdfPrabowo, R. C. (2015,Juni 24).

Media Baru (New Media) dan Perubahan Perilaku Manusia Abad 21Modern. Diakses Desember 15, 2017, dari www.kompasiana.com: https://www.kompasiana.com/www.

radencahyoprabowo.blogspot.com/media-baru-new-media-dan-perubahan-perilaku-manusia-abad-21-modern_552e4dab6ea8345e418b457dRahadi,D. R. (2017). Perilaku Pengguna dan Informasi Hoax di Media Sosial.

Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan Vol. 5,No. 1, 58-70.

Diakses dari http://jurnal.unmer.ac.

id/index.php/jmdk/article/download/1342/933Rouse, M. (2016,September).

Social Media. Diakses Desember 15, 2017, dariwhatis.techtarget.com: http://whatis.techtarget.com/definition/social-mediaSetiawan, A.

(2016,Maret 30). Pengertian Studi Kepustakaan. Diakses Desember 16, 2017, daritransiskom.com: www.

transiskom.com/2016/03/pengertian-studi-kepustakaan.htmlSmith, M. (2017,Oktober).

Smartphone Addiction. Diakses Desember 15, 2017, darihelpguide.org:https://www.helpguide.org/articles/addictions/smartphone-addiction.htm Yudhianto.

(2017,September 27). 132 Juta Pengguna Internet Indonesia, 40% Penggila Medsos.Diakses Desember 16, 2017, dari detik.com:https://m.detik.com/inet/cyberlife/d-3659956/132-juta-pengguna-internet-indonesia-40-penggila-medsos