Penerapan masyarakat. Kebijakan ini merupakan upaya yang dilakukan pemerintah

PenerapanKebijakan Kantong Plastik Berbayar                                                                                               I.

       PENDAHULUANPenerapanKebijakan Kantong Plastik Berbayar                                                                                               I.       PENDAHULUAN1.1.LatarBelakangPada 21 Februari2016 lalu, untuk pertama kali kebijakan kantong plastik berbayar mulai diterapkandi Indonesia bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional (HSPN). Hal inimasih merupakan uji coba dan ingin melihat repon masyarakat. Kebijakan inimerupakan upaya yang dilakukan pemerintah untuk menekan jumlah sampah plastikdi Indonesia. Setelah sukses menerapkannya dalam uji coba di tahun lalu, KementerianLingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berencana menghidupkan kembali kebijakankantong plastik tidak gratis atau berbayar dalam waktu dekat. Tujuannya adalahmengurangi penumpukan sampah plastik sekaligus mendorong penggunaan tas daribahan hasil daur ulang pada industri ritel.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

 1.2.TujuanTujuan dari penulisanlaporan ini adalah sebagai berikut:a.       Untukmengetahui apa dampak dari kantong plastikb.      Untukmengetahui peranan pemerintah/atau kebijakan yang sudah dilakukan untukmengurangi permasalahan tersebutc.       Untukmengetahui respon masyarakat dengan adanya kebijakan terebut 1.3.

PertanyaanPertanyaan dari penulisanlaporan ini sebagai berikut.a.       Apabahaya dari kantong plastik?b.      Apakahkebijakan sebelumnya sudah berhasil?c.       Bagaimanarespon masyarakat tentang kebijakan kantong plastik berbayar tersebut? II.    ISIKantong plastik merupakan bahan yang sulitterurai. Butuh waktu yang panjang untuk mengurai bahan tersebut. Tentunya haltersebut akhirnya berdampak kepada bumi dan makhluk hidup disekitar.

Tentunyadampak tersebut bersifat buruk.Beberapa dampak yang didapatkan adalah tingkatdekomposisi yang sangat lambat dari kantong plastik membuat mereka mengambangdi laut selama bertahun-tahun. Menurut Algalita Marine Research Foundation,kantong plastik menyebabkan kematian banyak hewan laut (ikan, penyu, dll), tiaptahunnya karena hewan mengira plastik adalah makanan. Juga dampak lain terjadiketika plastik terdekomposisi, mereka tidak terbiodegradasi, melainkanfotodegradasi.

Ini berarti bahan-bahan pembentuk plastik terpecah menjadifragmen yang lebih kecil dan menyebarkan racun. Mereka kemudian mencemaritanah, jalur air, dan saluran pencernaan hewan (Earth911).Kebijakan yang sudah dilakukan pemerintah yang dilakukanpada tahun lalu nyatanya membuahkan hasil positif.  Setelah diujicobakan di toko ritel tahun lalu, penggunaankantong plastik berkurang sangat signifikan.

Dengan kata lain, dengan adanyakebijkan ini akan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya daripenggunaan kantong plastik. Sesuai dengan tujuan dibuatnya kebijakan ini yaitumengurangi penumpukan sampah plastik sekaligus mendorong penggunaan tas daribahan hasil daur ulang pada industri ritel. Kesadaran masyarakat untuk tidaklagi menggunakan kemasan dan kantong plastik akan membantu Indonesia dalammengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 29 persen sebagai kontribusimitigasi perubahan iklim global(Agus Justianto,2017).Walaupun bertujuan baik, tidak semua menyambutkebijakan kantong plastik berbayar dengan baik. Dibalik masyarakat yangmendukung kebijakan tersebut dan sadar akan lingkungan, masih banyak pulamasyarakat yang acuh tak acuh akan kebijakan tersebut. Sebagian masyarakattetap memakai kantong plastik seperti biasanya dan tidak peduli dengan adanyakantong plastik berbayar tersebut karena tidak terlalu mempengaruhi estimasibiaya yang akan dibayar tanpa memikirkan dampaknya.

Tentunya saja hal iniakhirnya bertolak belakang dengan tujuan di adakanya  kebijakan kantong plastik berbayar tersebut.Tapi tentu saja pemerintah akan berusaha sebaik mungkin untuk meningkatkankesadaran masyarakat. III. PENUTUP3.1.KesimpulanDampak dariplastik sudah semakin terlihat. Berbagai upaya pemerintah untuk menyelesaikanpermasalahan ini sudah dilakukan.

Namun, memang kurangnya kesadaran masyarakatmembuat permasalahan ini belum terpecahkan juga. Pada kebijakan ini pun memangterlihat kurang efektif dikarenakan biaya yang dikeluarkan dinilai kurangmembebani sehingga masyarakat pun kurang merasa rugi dengan pemakaian kantongplastik tersebut. Revisi ulang pun perlu dilakukan untuk menigkatkan kesadaranmasyarakat. 3.2.SolusiSolusi yang tepat bukanlah melarangpenggunaan kantong plastik.

Kebijakan semacam itu justru akan menimbulkanberbagai kontra yang akan memperkeruh permasalah. Juga beralih menggunakankantong kertas juga tidak tepat di jadikan solusi, sebab, proses produksikantong kertas justru mengorbankan lingkungan. Pastinya banyak pohon yang harusditebang, energi yang harus digunakan untuk memproduksinya, dan lain sebagainya.

Melihat dari negara lain, ada solusi yang mungkin dapat diterapkan olehIndonesia, diantaranya:-         Pajak plastik                                            Tahun 2001,Irlandia menerapkan kebijakan pajak plastik (PlasTax). Awalnya, ketikakebijakan ini diterapkan, memang masih ada orang-orang yang menggunakan kantongplastik.  Solusi berbasis pasar ini akhirnya berhasil menekan penggunaankantong plastik ketika nominal pajak plastik cukup membebani. Dalam sebuahstudi yang dilakukan oleh  Departemen Lingkungan Irlandia, ditemukan bahwapenggunaan kantong plastik telah turun hingga 93,5 persen. Penggunaan kantongplastik menurun dari 328 menjadi 21 kantong per orang setiap tahun.

 –         Tren sosial danpergeseran budaya         Dengan membangun tren dan budaya menggunakan kantong belanja yang bisadigunakan berkali-kali, penggunaan ratusan—bahkan ribuan—kantong plastik akanmenurun. 1.1.LatarBelakangPada 21 Februari2016 lalu, untuk pertama kali kebijakan kantong plastik berbayar mulai diterapkandi Indonesia bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional (HSPN). Hal inimasih merupakan uji coba dan ingin melihat repon masyarakat. Kebijakan inimerupakan upaya yang dilakukan pemerintah untuk menekan jumlah sampah plastikdi Indonesia.

Setelah sukses menerapkannya dalam uji coba di tahun lalu, KementerianLingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berencana menghidupkan kembali kebijakankantong plastik tidak gratis atau berbayar dalam waktu dekat. Tujuannya adalahmengurangi penumpukan sampah plastik sekaligus mendorong penggunaan tas daribahan hasil daur ulang pada industri ritel. 1.2.

TujuanTujuan dari penulisanlaporan ini adalah sebagai berikut:a.       Untukmengetahui apa dampak dari kantong plastikb.      Untukmengetahui peranan pemerintah/atau kebijakan yang sudah dilakukan untukmengurangi permasalahan tersebutc.       Untukmengetahui respon masyarakat dengan adanya kebijakan terebut 1.3.PertanyaanPertanyaan dari penulisanlaporan ini sebagai berikut.a.

       Apabahaya dari kantong plastik?b.      Apakahkebijakan sebelumnya sudah berhasil?c.       Bagaimanarespon masyarakat tentang kebijakan kantong plastik berbayar tersebut? II.    ISIKantong plastik merupakan bahan yang sulitterurai. Butuh waktu yang panjang untuk mengurai bahan tersebut. Tentunya haltersebut akhirnya berdampak kepada bumi dan makhluk hidup disekitar.

Tentunyadampak tersebut bersifat buruk.Beberapa dampak yang didapatkan adalah tingkatdekomposisi yang sangat lambat dari kantong plastik membuat mereka mengambangdi laut selama bertahun-tahun. Menurut Algalita Marine Research Foundation,kantong plastik menyebabkan kematian banyak hewan laut (ikan, penyu, dll), tiaptahunnya karena hewan mengira plastik adalah makanan. Juga dampak lain terjadiketika plastik terdekomposisi, mereka tidak terbiodegradasi, melainkanfotodegradasi. Ini berarti bahan-bahan pembentuk plastik terpecah menjadifragmen yang lebih kecil dan menyebarkan racun. Mereka kemudian mencemaritanah, jalur air, dan saluran pencernaan hewan (Earth911).Kebijakan yang sudah dilakukan pemerintah yang dilakukanpada tahun lalu nyatanya membuahkan hasil positif.  Setelah diujicobakan di toko ritel tahun lalu, penggunaankantong plastik berkurang sangat signifikan.

Dengan kata lain, dengan adanyakebijkan ini akan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya daripenggunaan kantong plastik. Sesuai dengan tujuan dibuatnya kebijakan ini yaitumengurangi penumpukan sampah plastik sekaligus mendorong penggunaan tas daribahan hasil daur ulang pada industri ritel. Kesadaran masyarakat untuk tidaklagi menggunakan kemasan dan kantong plastik akan membantu Indonesia dalammengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 29 persen sebagai kontribusimitigasi perubahan iklim global(Agus Justianto,2017).Walaupun bertujuan baik, tidak semua menyambutkebijakan kantong plastik berbayar dengan baik. Dibalik masyarakat yangmendukung kebijakan tersebut dan sadar akan lingkungan, masih banyak pulamasyarakat yang acuh tak acuh akan kebijakan tersebut. Sebagian masyarakattetap memakai kantong plastik seperti biasanya dan tidak peduli dengan adanyakantong plastik berbayar tersebut karena tidak terlalu mempengaruhi estimasibiaya yang akan dibayar tanpa memikirkan dampaknya. Tentunya saja hal iniakhirnya bertolak belakang dengan tujuan di adakanya  kebijakan kantong plastik berbayar tersebut.

Tapi tentu saja pemerintah akan berusaha sebaik mungkin untuk meningkatkankesadaran masyarakat. III. PENUTUP3.1.KesimpulanDampak dariplastik sudah semakin terlihat. Berbagai upaya pemerintah untuk menyelesaikanpermasalahan ini sudah dilakukan.

Namun, memang kurangnya kesadaran masyarakatmembuat permasalahan ini belum terpecahkan juga. Pada kebijakan ini pun memangterlihat kurang efektif dikarenakan biaya yang dikeluarkan dinilai kurangmembebani sehingga masyarakat pun kurang merasa rugi dengan pemakaian kantongplastik tersebut. Revisi ulang pun perlu dilakukan untuk menigkatkan kesadaranmasyarakat.

 3.2.SolusiSolusi yang tepat bukanlah melarangpenggunaan kantong plastik.

Kebijakan semacam itu justru akan menimbulkanberbagai kontra yang akan memperkeruh permasalah. Juga beralih menggunakankantong kertas juga tidak tepat di jadikan solusi, sebab, proses produksikantong kertas justru mengorbankan lingkungan. Pastinya banyak pohon yang harusditebang, energi yang harus digunakan untuk memproduksinya, dan lain sebagainya.Melihat dari negara lain, ada solusi yang mungkin dapat diterapkan olehIndonesia, diantaranya:-         Pajak plastik                                            Tahun 2001,Irlandia menerapkan kebijakan pajak plastik (PlasTax). Awalnya, ketikakebijakan ini diterapkan, memang masih ada orang-orang yang menggunakan kantongplastik.  Solusi berbasis pasar ini akhirnya berhasil menekan penggunaankantong plastik ketika nominal pajak plastik cukup membebani.

Dalam sebuahstudi yang dilakukan oleh  Departemen Lingkungan Irlandia, ditemukan bahwapenggunaan kantong plastik telah turun hingga 93,5 persen. Penggunaan kantongplastik menurun dari 328 menjadi 21 kantong per orang setiap tahun. –         Tren sosial danpergeseran budaya         Dengan membangun tren dan budaya menggunakan kantong belanja yang bisadigunakan berkali-kali, penggunaan ratusan—bahkan ribuan—kantong plastik akanmenurun.