Modal keberhasilan iklim kewirausahaan di negara berkembang berkembang (Zhao

Modal SosialMenurut Putnam  (1996) modal sosial adalahcorak-corak kehidupan sosial jaringan-jaringan, norma-norma dan kepercayaanyang menyanggupi partsipan yang bertindak untuk melakuakn sesuatu  bersama untuk mengejar tujuan yang dinginkanbersama.

Menurut  Burt (dalam,1998) memaknai modal sosial itu ada apada teman-teman yang kita kenal hinngamasayarakt  yang memungkinkan untukmembuat peluang untuk mencari  modalekonomi Uphoff (2011) menyatakan hal yang lain bahwa modal sosial dapatditentukan sebagai akumulasi dari berbagia macam  aspek sosial, psikologi, budaya, kelembagaan,dan aset yang tidak terlihat (intangible) yang memengaruhi perilakukerjasama.            Umumnyamodal sosial melihat dari dua perspektif  yaitu dari actor’s perspective  yang didukung oleh argumentasi Bourdie tentang modal sosial  berisis sumber daya terhadap jaringan secaraeksklusif (exclusive networks). Kedua, modal sosial dari society’sperspective yang menurut Putnam sebagai barang  publik yang diatur oleh organisasi danjaringan horizontal. Coleman melihat adanya  dua sudut pandang, akan tetapi dengan adanya  cakupan yang lebih luas  tentang bentuk- modal sosial yang jugatermasuk pada  norma hingga ekspetasi (Rosyadi,2003).            Bourdieu(1988) melihat modal sosial menjadi aset yang produktif yang sibenanrya  dibangun dariinvestasi yang dilakuakanindiviud secara sosial yag memerlukan waktu.Saat modal ini terbangun,modalsosial dpat  kembalian,  dan juag terdepresiasi waktu, dan harus sehinggaperlu dijaga . Investasi individual ini terdiri dair beberapa faktor pseperti  status sosial ekonomi perseorangan, usia,keluagraSumberdaya manusia , hingga pendapatan yang ia dapat (Coleman, 1988).Modal sosial mdiasumsikan sumber daya terdapat bisa digunakanuntuk melihat fenomena ekonomi danusaha yang dapat melihat keberhasilan iklimkewirausahaan di negara berkembang berkembang (Zhao et.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

al, 2011). Ghosal (1998) melihat  modal sosial menjadisumberadya yang aktual yang berasal dari jaringan yang terbangun.            Dimensirelasional modal sosial dilihat kualitas pendektannya yang menjadi cerminan,tingkat kedekatan tenrtentu hinggafrekwnsinya.

  Lesser (2000), melihat modal sosial penting bila dikonteksanpada komunitas karena  memberikankemudahanuntuk mengakases informais dalam komunitas;  menjadi wadah  pembagian kekuasaan yanga da  komunitas;lalu komunitas dapat mengembangkansolidaritas yang ada  dan dapatmemungkinakan sumber daya komunitas dapat di mobilisasi sehingga mungkin bsa mencapaiantujuan  bersama; hingga dapat membentukperilaku hingga membentuk organisasi.Coleman (1996)  melihat  terdapat tiga bentuk dari modal sosial. Pertama, obligasi, ekspetasi,salingkepercayan.Kedua Channelinformasi  menjadil penting sebagai basis tindakan. Halini menjadikan indivud untuk memlikijaringan yang luas.

 Ketiga,norma dan sanksi yang efektif.            Norma, Kepercayaan dan Jaringan             Tridico (2013) modal sosial diada beberapa agimenjadi beberapa nilai dair kepercayaan mkerjasama hingga kooperasi masyaraktpublik yang dibentuk bisa dari peraturan dan jaringan sosial, hingganormasosial Putnam (1988) melihat modal sosial  menjadi suatu fitur organisasi sosial sepertijaringan, norma, dan kepercayaan sosial yang dmemfasilitasi koordinasi dankerja sama demi tujuan  bersama. Denganhal itu dapat disimpulkan bahwa  atribut pokok modal sosial adalah norma,kepercayaan,jaringan.             1.

NormaNorma  merupakansekumpulan aturanyang dipatuhi oleh masyarakt yang tidak tertulis tetapidikiuti oleh masyarakt . Hasbullah (2006) melihat hall ini  aturan-aturan kolektif ini  membentuk pola tingkah laku yang idinginkan dalamkonteks hubungan sosial.  lalu Fukuyama (2000) melihat norma merupakanmodal soislyang dibentuk sendiri tanpa adanya pemerintah  yang terbentuk melalui tradis si hingga tokohkharismatik  dan hal itu timbuh secaraspontan.

Lie (2014)  tingkah langkuhpendudk pun sebenarnay sudah tertera pada norma-nomra yang ada di penduduk.2.Kepercayaan            keprcayanamenjadi suatu bentuk untuk  dpatmengambil resioko terhadpa suatu percapaian yang melibatkan invidu lain untukberkorban atas dasar keprcayaan yang dibentuk dari interaksi (Putnam,1995).

  Fukuyama (2001) membahas kepercayan itu terjadi dari  sikap yang saling mempercayai yang timbuldimasyrakat dan bersatu untuk memecahakan masalahsosial yang ada.Francois (2003)melihat kepercayaan ini menjadi suatu modal untuk meningkatak modal sisoal itusendir bila terjaalin interaksi yang mempuni Menurut Pretty dan Ward (2000),ada dua macam kepercayaan: kepercayaan terhadap indivud yang sudah dikenal   dankepercayaan terhadapindiviud yang tidak di kenal ,tetapu  hal  inimenjdi  meningkat karena adanya  kenyamanan individu tersebtu pada suatustruktur sosial .(Liu et. Al (2014)3.

Jaringan            Modalsebenarnya tidak bangun dari satu individu, melainkan pada kelompok terletakpada kecenderungan yang tumbuh dalam suatu kelompok yang melakukan   sosialisasisebagai bagian penting dari nilai-nilai yang sudah  melekat (Mawardi,2007). Pada kelompok sosial  biasany ada yang terbentuk secara tradisionalatas dasar kesamaan garis turun temurun (repeated sosial experiences)dan kesamaan kepercayaan pada dimensi kebutuhan (religious beliefs)cenderung memiliki kohesifitas tinggi, tetapi rentang jaringan maupun trust yangterbangun sangat sempit. .              Lynch (2001) menyatakan  kekuatan jaringan tergantung dari sudut apajaringan tersebut, yaitu pertimbangan asal dan  berada pada tingkat mana.Jaringan masyarakat paling kuat dan paling tebal pada tingkat tujuan danberlanjut akan menjadi lemah jika dilihat pada tingkatan daerah, nasional dan internasional. enurut Fields (2013) jaringan dan koneksi memiliki sisigelap yaitu ketika dibawa pada lingkungan untuk hal-hal yang tidak terlihatdalam menjelaskan modal sosial.