MAKALAH mencuci, untuk dikonsumsi, mandi, dan bahkan keperluan ibadah

MAKALAHAIR BERSIH DAN SANITASI LAYAK (SUSTAINABLEDEVELOPMENT GOALS NUMBER 6)MENGGUNAKAN AIR BERSIH UNTUK WUDU SECUKUPNYAMakalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliahTahapan Persiapan Bersama Disusun Oleh:Nama               : Humaira Hijratul RamadhaniNPM                : 140210170034 FAKULTASMATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAMPROGRAM STUDIKIMIAUNIVERSITASPADJADJARAN2018DAFTAR ISIBAB IPENDAHULUAN1.1.LatarBelakangAirbersih merupakan kebutuhan pokok manusia. Manusia sendiri memiliki tubuh yangsebagian besar terbuat dari air, sehingga manusia tidak dapat lepas dari air.Air bersih digunakan oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari seperti mencuci,untuk dikonsumsi, mandi, dan bahkan keperluan ibadah seperti berwudu.Berwuduadalah salah satu cara untuk menyucikan diri sebelum melaksanakan salat bagiumat muslim dan negara Indonesia yang mayoritasnya beragama muslim pastinyamelakukan wudu sebelum melaksanakan salat.

Untuk melakukan wudu diperlukan airbersih. Penggunaan media lain seperti debu untuk berwudu atau biasa disebut tayammum diperkenankan dengankeadaan-keadaan tertentu.Airyang biasa digunakan untuk wudu biasanya menggunakan air yang mengalir darikeran, namun penggunaan air dari keran untuk wudu ini tanpa sadar menyebabkanpemborosan air bersih. Sangat disayangkan jika akibat rasa malas atau kelalaiandalam penggunaan air ketika wudu menyebabkan pemborosan air, padahal airtersebut dapat dimanfaatkan untuk hal lain dan bahkan di luar sana air bersihini begitu dibutuhkan. Bukan hanya negara lain yang mengalami kekurangan airbersih, tetapi Indonesia sendiri mengalaminya.1.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

2.RumusanMasalah1.2.

1.      Apa saja jenis-jenisair yang digunakan untuk wudu?1.2.2.      Bagaimanapemborosan air bersih bisa terjadi akibat wudu?1.2.

3.      Bagaimana caramembatasi diri dalam penggunaan air ketika wudu?1.2.4.      Apa saja dampakyang akan didapatkan jika pemborosan air terus berlanjut?1.

3.Tujuan1.3.

1.      Mengetahui jenis-jenisair yang digunakan untuk wudu.1.3.2.      Mengetahuibagaimana pemborosan air bersih bisa terjadi akibat wudu1.3.

3.      Mengetahui caramembatasi diri dalam penggunaan air ketika wudu.1.3.4.      Mengetahui dampakyang akan didapatkan jika pemborosan air terus berlanjut. BAB IIPEMBAHASAN2.

1.PengertianAir BersihDalamIslam air sendiri dibagi menjadi 4 jenis, yaitu air mutlaq, air musta’mal, airyang tercampur benda suci, dan air mutanajjis. Air mutlaq merupakan air yangmsih asli dan belum digunakan untuk bersuci. Air musta’mal memiliki pengertianyang berbeda-beda sesuai dengan mahzab yang ada, namun secara garis besar airmusta’mal adalah air yang sudah digunakan untuk bersuci atau menetes dari tubuhketika seseorang melakukan wudu atau mandi junub.

Air yang tercampur dengan airsuci merupakan air yang tercampur dengan zat tertentu, sehingga menyebabkanperubahan sifat air dari sifat asalnya, contohnya air the dan air kopi. Airmutanajjis merupakan air yang tercampur dengan sesuatu yang bersifat najis dankarena tercampur menyebabkan perubahan rasa, warna, atau bau. Air yang dapatdigunakan untuk berwudu adalah air yang suci adalah air mutlaq dan airmusta’mal (menurut beberapa mahzab). (Sakhi, 2016)2.2.

Faktor-faktorKelangkaan Air BersihKelangkaanair bersih bisa terjadi akibat adanya pencemaran di sumber air yang ada,seperti tercemar akibat adanya limbah atau sampah. Selain itu, pemborosan airakibat hal-hal berikut ini.a.       Keran yang bocoratau menutup keran dengan secara tidak benar, sehingga menyebabkan air menetessecara terus-menerus.b.      Mandi dengancara yang tidak tepat, contohnya penggunaan air dalam bathubc.

       Menggunakan airsecara berlebihan ketika wudu.Penyediaanlahan hijau untuk serapan air yang kurang dapat menyebabkan kelangkaan airbersih, contohnya saja di wilayah perkotaan. Akibat lahan hijau untuk serapanair yang kurang, masyarakat melakukan pengeboran sumur cukup dalam untukmendapatkan air tanah. Dengan melakukan pemanfaatan air tanah yang berlebihan,dapat menyebabkan dampak-dampak yang serius jika dilakukan secara terusmenerus.2.3.PemborosanAir Bersih Saat WuduWudhusecara bahasa, artinya nama sebuah tempat yang digunakan untuk berwudhu, yangkata asalnya al wadha’ah, artinyabersih (Shalih, 2013). Wudhu menurut istilah syara’ adalah kegiatan kebersihanyang khusus, atau perbuatan-perbuatan tertentu yang dimulai dengan niat khusus.

(Az-Zuhaili, 2010). Tata cara berwudu sendiri dijelaskan dalam sebuah ayat: “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendakmengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dansapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jikakamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan ataukembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidakmemperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamudan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Diahendak membersihkan kamu dan menyempurnakan ni’mat-Nya bagimu, supaya kamubersyukur.” (QS Al Maidah: 6)Permasalahanyang terjadi ketika wudu sehingga menyebabkan pemborosan air adalah keran yangterbuka penuh sehingga peluang air yang terbuang semakin besar, jeda ketikaberpindah membasuh anggota tubuh yang lain setelah yang sebelumnya selesai, airwudu yang tidak dimanfaatkan lagi setelah digunakan, kebiasaan melakukan hallain ketika sudah menyalakan keran seperti melipat lengan pakaian atau mengikatrambut yang padahal dapat dilakukan sebelum menyalakan keran, dan keran yangdibiarkan terbuka ketika mengetahui ada orang lain yang mengantre untukberwudu.Sepertiyang diketahui Indonesia memiliki masyarakat yang mayoritas beragama muslim.

Tentunya menyebabkan jumlah masjid dan musala terhitung banyak di wilayahIndonesia. Bisa dibayangkan jika satu musala atau masjid melakukan pemborosanair yang cukup banyak dan jumlah air yang terbuang dikatakan sama dengan musalaatau masjid lain, jumlah air yang dibuang sia-sia karena tidak bisamemanfaatkan air untuk wudu begitu banyak. Padahal air tersebut dicari-carioleh orang yang membutuhkan dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan yangmenunjang hidup mereka. 2.4.Usaha Penghematan Air Untuk Wudu Artinya :”(56) Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah)memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima)dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepadaorang-orang yang berbuat baik (57) Dan Dialah yang meniupkan angin sebagaipembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabilaangin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus,lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujanitu pelbagai macam buah-buahan.

Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orangyang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.” (QS. al A’raf : 56-58)            Ayat di atas menjelaskan bahwa sebagai muslimyang baik harus selalu berbuat kebaikan dan berbuat baik bukan hanya kepada sesamemahluk hidup, tetapi berbuat baik pula ke bumi. Penghematan air termasukperbuatan baik dan dengan melakukan penghematan air kelangsungan beribadah pundapat terjaga. Penghematan air dalam ibadah pun termasuk amalan baik danpenghematan air sendiri berupa ibadah. Jika melakukan penghematan air ketikawudu, maka imbalan yang didapatkan pun minimal sebanyak dua kali. ()            Penghematan air ketika wudu dapat dilakukan dengan cara:a.       Menghilangkan kebiasaanmenyalakan air keran sebelum mempersiapkan diri untuk wudu.

b.      Membuka keran tidakk terlalubesar, secukupnya saja.c.       Memanfaatkan air bekas wuduuntuk hal lain, seperti menyiram tanaman atau mencuci kendaraan bermotor.d.      Selalu mematikan keran airdengan benar setelah wudu selesai.e.       Mematikan keran secara rutin ketikaada jeda membasuh antar anggota tubuh.

Agar airbersih tetap selalu tersedia, hindarilah perbuatan mencemari sumber air.Kebanyakan masyarakat melakukan pencemaran sumber air dengan membuang limbahseperti sampah. Selain itu, memperbanyak daerah resapan air dapat membantusiklus daur air berjalan dengan baik dan kelangkaan air pun dapat teratasi.2.5.DampakKelangkaan Air Bersiha.       Kurangterpenuhinya kebutuhan air untuk mencuci, mandi, dan buang air. Hal ini dapatberlanjut menjadi kurangnya tingkat kebersihan diri dan dapat menimbulkan kesehatanmasyarakat terganggu.

.b.      Kurang terpenuhinyakebutuhan minum yang dapat menyebabkan tubuh mengalami dehidrasi yang dapatberujung kematian.c.       Penggunaan airtanah yang berlebihan selain membuat jumlah air semakin sedikit, menyebabkanamblasnya permukaan tanah atau turunnya muka tanah yang berbahaya bagimasyarakat yang tinggal di atas permukaan tersebut.

 BAB IIIPENUTUP3.1.KesimpulanDari pembahasan di atas,kita dapat mengetahui bagaimana jenis-jenis air dalam sudut pandang agamaislam, bagaimana air bersih dapat dimanfaatkan dengan benar bahkan untukkeperluan ibadah. Usaha-usaha yang dilakukan untuk mengatasi kelangkaan airdapat diketahui dan dampak yang akan dirasakan pun dapat diketahui.

3.2.SaranPenulismenyadari akan pembahasan topic ini akan lebih baik jika dilampirkan pula data statisticyang dapat mendukung argumen dan membuat pembaca terdorong untuk merealisasikanhal-hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan yang dibahas dalamkarya tulis ini.   DAFTAR PUSTAKA