Bab 1 Latar Belakang Kriptografi (cryptography) merupakan ilmu dan

Bab1Latar Belakang  Kriptografi (cryptography) merupakan ilmudan seni untuk menjaga pesan agar aman.

(Cryptography is the art and science ofkeeping messages secure) ?Crypto? berarti secret?(rahasia) dan ?graphy berarti?writing?(tulisan). Para pelaku atau praktisi kriptografi disebutcryptographers. Sebuah algoritma kriptografik (cryptographic algorithm),disebut cipher, merupakan persamaan matematik yang digunakan untuk proses enkripsidan dekripsi. Proses yang dilakukan untuk mengamankansebuah pesan (yang disebut plaintext) menjadi pesan yang tersembunyi (disebutciphertext) adalah enkripsi (encryption). Ciphertext adalah pesan yang sudahtidak dapat dibaca dengan mudah.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Menurut ISO 7498-2, terminologi yang lebihtepat digunakan adalah encipher. Proses sebaliknya, untuk mengubah ciphertextmenjadi plaintext, disebut dekripsi (decryption). Menurut ISO 7498-2,terminologi yang lebih tepat untuk proses ini adalah decipher. Enkripsi digunakanuntuk menyandikan data-data atau informasi sehingga tidak dapat dibaca olehorang yang tidak berhak. Dengan enkripsi data anda disandikan (encrypted)dengan menggunakan sebuah kunci (key). Untuk membuka (decrypt) data tersebutdigunakan juga sebuah kunci yang sama dengan kunci untuk mengenkripsi (untukkasus private key cryptography) atau dengan kunci yang berbeda (untuk kasuspublic key cryptography).Pada kriptografi kali ini penulismenggunakan algoritam AES dan DES dengan inputan plaintext dan hasilciphertext.1.

1  Rumusan masalahMembandingkan kriptografi enkripsi dan deskripsi menggunakan AES danAES 1.2  TujuanUntuk mengetahui korelasi yang lebih baik  mengguanakan AES Atau DES     Bab2LandasanTeori2  2.1  PenelitianterdahuluDalam melaksanakan penelitian ini, penulis mengambil beberapareferensi salah satunya berupa jurnal dengan tema danmetode yang berkaitandengan penelitian ini sebagai dasar pelaksanaanpenelitian. Nama Peneliti : Yusuf Kurniawan Tahun : 2007 Asal : Teknik Informatika, Universitas Pasundan Bandung Judul : Perbandingan Analisis Sandi Linear Terhadap Aes, Des, Dan Ae1 Hasil : AES-128 memiliki ketahanan yang besar untuk menghadapi ASL, karena analisis sandi tersebut hanya mampu memecahkan AES hingga 6 ronde,sedangkan AES-128 memiliki 10 ronde. Bandingkan dengan DES lengkap yang dapat dipecahkan ASL dengan 243 plaintext, di manaDES memiliki masukan 64 bit   2.2  Teoriterkait block cipher 2.

2.1. Block Chiper  Blok cipher merupakan algoritma kriptografi simetrikyang mengenkripsi satu blok plaintext dengan jumlah bit tertentu danmenghasilkan blok ciphertext dengan jumlah bit yang sama.

Misalkan ukuran blokplaintext yang dienkripsi adalah 64 bit, maka akan menghasilkan ciphertext yangberukuran 64 bit.Pada umumnya, setiap blok plaintext yang diprosesberukuran 64 bit. Namun, seiring dengan kemajuan teknologi, ukuran blokplaintext berkembang menjadi 128 bit, 256 bit bahkan menjadi 512 bit.

Dalamproses enkripsinya, block cipher menggunakan beberapa fungsi matematika,diantaranya fungsi permutasi dan fungsi substitusi, sehingga konfusi(confussion) dan difusi (diffusion) pada block cipher terpenuhi.Istilah konfusi dan difusi diperkenalkan oleh ClaudeShannon pada tahun 1949. Menurutnya, konfusi dan difusi merupakan hal yangharus diperhatikan dalam sistem kriptografi, karena dapat mencegahcyptanalysis, khususnya yang berbasis analisis statistik (Cryptography andNetwork Security-William Stalling). Konfusi adalah mengaburkan/membuat hubunganantara ciphertext dan kunci enkripsi sekompleks mungkin sehingga tidak adahubungan statistik antara keduanya. Hal ini dapat mencegah attacker untukmendapatkan kunci enkripsi. Konfusi dapat diusahakan dengan menggunakan fungsisubstitusi. Sedangkan difusi adalah menyebarkan struktur plaintext padaciphertext, sehingga tidak ada hubungan statistik antara keduanya.

Setiap digitplaintext mempengaruhi sejumlah digit ciphertext, atau dengan kata lain, setiapdigit ciphertext dipengaruhi oleh sejumlah digit plaintext. Difusi dapat diusahakandengan menggunakan fungsi permutasi pada proses enkripsi.Pada block cipher, dikenal istilah feistel cipher.Feistel Cipher merupakan iterated block cipher, dimana ciphertext dihasilkandari plaintext dengan mengulang transformasi yang sama untuk setiap round.Feistel ciphers disebut juga DES-like ciphers.Pada feistel cipher, sebelum dienkripsi, text dibagimenjadi dua bagian, biasanya disebut dengan bagian kanan dan bagian kiri. Salahsatu bagian dari text tersebut akan diproses pada fungsi round f menggunakansebuah subkey dan output-nya di-XOR dengan bagian yang lain.

Kemudian, keduabagian dari text tersebut ditukar (swapped). Setiap round memiliki strukturyang sama kecuali pada round terakhir, dimana pada round ini tidak terjadipertukaran kedua bagian text.Keunikan dari feistel cipher adalah struktur enkripsidan dekripsinya bersifat identik, walaupun subkunci yang digunakan selamaenkripsi pada setiap round diambil berdasarkan urutan terbalik pada prosesdekripsi. Tidak semua iterative cipher adalah feistel cipher, meskipun strukturenkripsi dan dekripsinya sama, salah satu contohnya adalah IDEA (InternationalData Encryption Algorithm). 2.

2.2. Algoritma DES (Data Encryption Standard)DES merupakankependekan dari {Data Encryption Standard}, yaitu standar teknik encryptionyang diresmikan oleh pemerintah Amerika Serikat (US) di tahun 1977. DESkemudian dijadikan standar ANSI di tahun 1981. Horst Feistel merupakan salahsatu periset yang mula-mula mengembangkan DES ketika bekerja di IBM Watson Laboratorydi Yorktown Heights, New York.

DES merupakanblock cipher yang beroperasi dengan blok berukuran 64-bit dan kunci 56-bit.Brute-force attack terhadap DES membutuhkan kombinasi 2 pangkat 56, atausekitar 7 x 10 pangkat 16, atau 70 juta milyar.DES termasuk kedalam sistem kriptografi simetri dan tergolong jenis cipher blok. DESberoperasi pada ukuran blok 64 bit. DES mengenkripsikan 64 bit plainteksmenjadi 64 bit cipherteks dengan menggunakan 56 bit kunci internal (internalkey) atau upa-kunci (subkey).

Kunci internal dibangkitkan dari kunci eksternal(external key) yang panjangnya 64 bit.Skema global darialgoritma DES adalah sebagai berikut:   1.    Blokplainteks dipermutasi dengan matriks permutasi awal (initial permutation atauIP).

2.    Hasilpermutasi awal kemudian di-enciphering- sebanyak 16 kali (16 putaran). Setiapputaran menggunakan kunci internal yang berbeda.3.    Hasilenciphering kemudian dipermutasi dengan matriks permutasi balikan (inversinitial permutation atau IP-1 ) menjadi blok cipherteks.Di dalam prosesenciphering, blok plainteks terbagi menjadi dua bagian, kiri (L) dan kanan (R),yang masing-masing panjangnya 32 bit.

Kedua bagian ini masuk ke dalam 16putaran DES. Pada setiap putaran i, blok R merupakan masukan untuk fungsitransformasi yang disebut f. Pada fungsi f, blok R dikombinasikan dengan kunciinternal Ki. Keluaran dai fungsi f di-XOR-kan dengan blok L untuk mendapatkanblok R yang baru. Sedangkan blok L yang baru langsung diambil dari blok Rsebelumnya. Ini adalah satu putaran DES.Secara matematis,satu putaran DES dinyatakan sebagai·     Li = Ri –1·     Ri = Li –1 Å f(Ri – 1, Ki) DES sudahdiimplementasikan dalam bentuk perangkat keras. Dalam bentuk perangkat keras,DES diimplementasikan di dalam chip.

Setiap detik chip ini dapat mengenkripsikan16,8 juta blok (atau 1 gigabit per detik). Implementasi DES ke dalam perangkatlunak dapat melakukan enkripsi 32.000 blok per detik (pada komputer mainframeIBM 3090).2.2.2.

Algoritma AES (Advanced Encryption Standard)Advanced Encryption Standard (AES)merupakan algoritma cryptographic yang dapat digunakan untuk mengamankan data.Algoritma AES adalah blok chipertext simetrik yang dapat mengenkripsi (encipher)dan dekripsi (decipher) info rmasi. Enkripsi merubah data yang tidak dapat lagidibaca disebut ciphertext; sebaliknya dekripsi adalah merubah ciphertext datamenjadi  bentuk semula yang kita kenalsebagai plaintext. AES (Advanced Encryption Standard) adalahlanjutan dari algoritma enkripsi standar DES (Data  Encryption Standard) yang masa berlakunyadianggap telah usai karena faktor keamanan. Kecepatan komputer yang sangatpesat dianggap sangat membahayakan DES, sehingga pada tanggal 2 Maret tahun2001 ditetapkanlah algoritma baru Rijndael sebagai AES.AES memiliki ukuran block yang tetapsepanjang 128 bit dan ukuran kunci sepanjang 128, 192, atau 256 bit.

Berdasarkan ukuran block yang tetap, AES bekerja pada matriks berukuran 4×4 dimana tiap-tiap sel matriks terdiri atas 1 byte (8 bit). SedangkanRijndael sendiri dapat mempunyai ukuranmatriks yang lebih dari itu dengan menambahkan kolom sebanyak yang diperlukan.Blok chiper tersebut dalam pembahasan ini akan diasumsikan sebagai sebuahkotak. Setiap  plainteks akandikonversikan terlebih dahulu ke dalam blok-blok tersebut dalam bentukheksadesimal.

     Bab 3Metodologi Penelitian 3 Metode yang penulis gunakan ialahpemahaman algoritma yang terjadi pada AES dan DES yang telah disediakan olehpengajar. Penulis akan memasukkan plaintext yang sudah dikerjakan sebelumnyalalu memasukkan kunci kemudian hasil dari ciphertext yang akan digunakansebagai pembanding. Penelitian ini juga menggunakan alat-alat dari penulis. Berikutadalah daftar inputan data yang telah penulis kerjakan antara lain sebagaiberikut: Data DES Data AES ISTIANTY GENERATIONOFAROW      Bab 4Hasil dan Pembahasan Pada kali ini penulisakan membahas mengenai proses enkripsi dan deskripsi pada  algoritma DES dan AES menggunakan data yangtelah penulis sediakan.

Selanjutnya masuk ke bagian awal enkripsi :1.    DES PLAINTEXT : ISTIANTY ASCII : 7383847365788489 BINER : 10010011010011101010010010011000001100111010101001011001 KUNCI : 752878397493CB70 ENKRIPSI : 6DD1AF4A2AE3B4DC  Pertama plaintext itu dirubah menjadi bentukbiner. Perlu diingat bahwa huruf besar dan huruf kecil berbeda binarynya.setelah itu binary yang tersusun dari plaintext dipecah-pecah  tiap 64bit. nanti tiap 64 bit itu akan dipermutasikan sama matriks permutasi (IP). Blokplainteks dipermutasi dengan matriks permutasi awal (initial permutation atauIP). Kemudian hasil permutasi awal kemudian di enciphering  sebanyak 16 kali (16 putaran).

Setiap putaranmenggunakan kunci internal yang berbeda. Setelah itu, hasil encipheringkemudian dipermutasi dengan matriks permutasi balikan (invers initialpermutation atau IP-1) menjadi blok cipherteks. Jika digambarkandiagram alurnya maka seperti gambar dibawah ini : PlainText Proses Enciphering Initial Permutation CipherText Initial Permutation -1 16x         2.     AES PLAINTEXT : GENERATIONOFAROW ASCII : 7169786982658473797065827987 HEX : 47454E45524154494F4E4F4641524F57 KUNCI : 2B7E151628AED2A6ABF7158809CF4F3C ENKRIPSI : F48C14F15B5E09FFC524999AA034AF4C  Algoritma AES inimenggunakan kunci kriptografi 128 bits untuk mengenkrip dan dekrip data padablok 128 bits. Pertama yang dilakukan adalah mengubah plaintext menjadi ASCIIkemudian dari format ASCII kita ubah menjadi HEX(HexaDecimal). Setelahmendapatkannya kita akan memasukkan bilangan HEX yang sudah kita dapatkankemudian masukkan juga kuncinya. Maka kita mendapatkan enkripsi setelahdilakukan 10 round. Mulai dari ronde kedua, dilakukan pengulangan terus menerusdengan rangkaian proses SubBytes, Shift Rows, Mix Columns, dan Add Round Key,setelah itu hasil dari ronde tersebut akan digunakan pada ronde berikutnyadengan metode yang sama.

Namun pada ronde kesepuluh, Proses Mix Columns tidakdilakukan, dengan kata lain urutan proses yang dilakukan adalah Sub Bytes,Shift Rows, dan Add Round Key, hasil dari Add Round Key inilah yang dijadikansebagai chiperteks dari AES. Agar lebih mengerti kita dapat melihat diagramalur dibawah ini : ShiftBytes ShiftRows AddRoundKey Output Round Key 10 Final Round State Chiper Key AddRoundKey ShiftBytes ShiftRows MixColumns AddRoundKey Round Key 2 Initial Round 9 Round   Pada akhirnyakita mendapat hasil perbandingan yang dapat dilihat pada tabel dibawah ini :  Jenis Perbandingan DES AES Key Lenght 56 bits 128 bits Block Size 64 bits 128 bits Waktu Enkripsi 3s 3s Waktu Dekripsi 3s 3s Keakuratan 100% 100%     Bab 5Simpulan  Dalam makalah ini disajikan studi baru perbandingan antaraDES dan AES. Dengan dilakukan perbandingan teoritis, analisis eksperimental danperbandingan algoritma DES dan AES.

Menurut Saya, berdasarkan file teks yangdigunakan dan hasil eksperimen dapat disimpulkan bahwa algoritma AES lebih baiksecara tingkat keamanan maupun data yang dapat dienkripsikan dibandingkan DESkarena memiliki panjang kunci dan besar blok lebih besar dibandingkan DES. Kemudiankedua algoritma ini terbukti mempunyai keakuratan data dan waktu penyelesaianyang sama pada saat di enkripsi maupun pada saat di dekripsi. Pengujian inidilakukan pada perlatan yang ada pada penulis.                   Daftar PustakaØ http://jurnal.stmik-mi.ac.id/index.php/jcb/article/viewFile/90/95Ø http://informatika.stei.itb.ac.id/~rinaldi.munir/Matdis/2006-2007/Makalah/Makalah0607-31.pdfØ http://download.portalgaruda.org/article.php?article=168128&val=5910&title=PERBANDINGAN%20ANALISIS%20SANDI%20LINEAR%20TERHADAP%20AES,%20DES,%20DAN%20AE1Ø  http://www.academia.edu/7426961/Algoritma_Advanced_Encryption_Standard_AES_