ABSTRAK Role Playing, Kemampuan Berpikir Kritis A. PENDAHULUAN Kegiatan

ABSTRAKPenulisan ini dilatarbelakangi oleh pembelajaran yang saat ini masih sangat kurang mampu membuatsiswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis dalam sebuah kegiatanpembelajaran. Karena pada dasarnya pembelajaran harus sebisa mungkin terwujuddalam suasana yang menyenangkan dan melibatkan keaktifan peserta didik agarpeserta didik dapat memahami pembelajaran yang bermakna dan benar-benarmemahami apa yang dipelajari, dengan begitu sebagai seorang guru harus mampumembuat sebuah metode yang salah satunya yaitu metode Role Playing. masihbanyak sekali yang terjadi tentang Pola pembelajaran yang biasanya masih seringditerapkan atau digunakan guru adalah pola pembelajaran teacher centered,dimana guru perperan memberikan informasi sebanyak-banyaknya kepada siswa yangdisertai dengan metode ceramah,tanya jawab, dan pemberian tugas.

dari haltersebut yang membuat pembelajaran kurang efektif. Penulisan ini bertujuanuntuk mengetahui penerapan metode role playing terhadap kemampuan berpikirkritis siswa dalam pembelajaran bahasa indonesia. Metode yang digunakanyaitu  metode deskriptif.Kata kunci: Metode Role Playing, Kemampuan BerpikirKritis A.  PENDAHULUANKegiatanpembelajaran dilakukan oleh dua orang pelaku, yaitu guru dan siswa. Perilakuguru adalah mengajar dan perilaku siswa adalah belajar, kedua perilaku  tersebut terkait dengan bahan pembelajaran.

Best services for writing your paper according to Trustpilot

Premium Partner
From $18.00 per page
4,8 / 5
4,80
Writers Experience
4,80
Delivery
4,90
Support
4,70
Price
Recommended Service
From $13.90 per page
4,6 / 5
4,70
Writers Experience
4,70
Delivery
4,60
Support
4,60
Price
From $20.00 per page
4,5 / 5
4,80
Writers Experience
4,50
Delivery
4,40
Support
4,10
Price
* All Partners were chosen among 50+ writing services by our Customer Satisfaction Team

Bahan pembelajaran dapat berupa pengetahuan, nilai-nilai kesusilaan, seni,agama, sikap dan keterampilan, karaena kegiatan guru dan siswa dalam kaitannyadengan bahan pengajaran adalah metode pembelajaran. Dalam proses belajarmengajar terdapat kesiapan siswa dengan segala potensinya yang meliputi aspekkognitif, afektif dan psikomotorik, juga guru yang mampu menciptakan suasanabelajar yang mendukung pemberdayaan seluruh potensi yang dimiliki siswa, Potensianak didik perlu ditingkatkan melalui arahan dan bimbingan yang diberikan olehguru di sekolah. Pembelajaran di bangku persekolahan dibagi dalam beberapajenjang yang dimulai dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi. Pendidikandasar merupakan fondasi dalam membangun pendidikan berkualitas pada jenjangberikutnya. Metodepembelajaran memegang peranan penting dalam rangkaian sistem pembelajaran,untuk itu diperlukan kecerdasan dan kemahiran guru dalam memilih metodepembelajaran. Agar tujuan belajar baik secara kognitif, afektif maupunpsikomotor dapat tercapai, maka metode pembelajaraan dapat diarahkan untukmencapai sasaran tersebut, yaitu lebih banyak menekankan pembelajaran proses(Sumiati dan Asra, 2009: 91). Metode pembelajaran menekankan pada prosesbelajar siswa secara aktif dalam upaya memperoleh kemampuan hasil belajar.Masalah pendidikan merupakan masalah yang sangat penting, karena pendidikan ituakan sangat berpengaruh terhadap pekembangan hidup manusia.

Sekolah sebagaitempat proses belajar mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam duniapendidikan. Oleh karena itupendidikan di sekolah memegang peran peting dalam rangka mewujudkan tercapainyapendidikan nasional secara optimal seperti yang diharapkan. Bahasa Indonesiasebagai salah satu bidang studi yang memiliki tujuan membekali bagi siswa untukmengembangakn bahasa di samping aspek penalaran dan hafalan sehingga pengetahuandan informasi yang diterima siswa sebatas produk bahasa dan sastra. maka dariitu Guru harus dapat menanamkan kemampuan berfikir kritis siswa dalampembelajaran Bahasa Indonesia dengan susana bermain dan menyenangkan, sehinggasiswa merasa bahwa pelajaran Bahasa Indonesia itu tidak sulit. Solusi untukmengatasi permasalahan tersebut yakni dengan menggunakan metode role playing dalamkegiatan belajar megajar.

Menurut MiftahulHuda (2013: 115) Role Playing merupakan sebuah model pembelajaran yang berasaldari dimensi pendidikan individu maupun sosial. Model ini membantumasing-masing siswa untuk menemukan makna pribadi dalam dunia sosial mereka danmembantu memecahkan dilema perbadi dengan bantuan kelompok. Dalam hal inimetode role playing diharapkan dapat menjadikan pembelajaran lebih menantangkemampuan berpikir kritis dan mengembangkan potensi siswa. Metode role playingdiarahkan pada pemecahan masalah dengan cara berpikir kritis lewat peran yangdimainkan yang menyangkut hubungan antar manusia, terutama yang menyangkutkehidupan peserta didik. B.

  PEMBAHASAN1)   Metode Role PlayingMetodeRole Playing adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan materi pelajaran melaluipengembangan imajinasi dan penghayatan siswa, pengembangan imajinasi danpenghayatan dilakukan siswa dengan memamerkannya sebagai tokoh hidup atau bendamati yang dikaitkan dengan materi pelajaran yang dibahasnya (Syaiful BahriDjamarah dan Zain, 2008:28). Melalui aktivitas role playing siswa diajak untukmemahami materi pelajaran melalui kegiatan bermain peran, siswa juga bekerjasama dan mendiskusikannya, sehingga secara bersama-sama siswa dapatmengeksplorasi perasaan, sikap, nilai dan berbagai strategi pemecahan masalah.Banyaksekali yang terjadi saat ini seorang guru yang kurang menerapkan bagaimanametode pembelajaran yang cocok untuk siswa apalagi dalam materi BahasaIndonesia dirasakan kurang adanya pengembangan metode atau model pembelajaranyang salah satu penyebabnya adalah karena siswa belum memahami konsep-konsepdasar Bahasa Indonesia mengingat selama ini pemberian materi hanya dilakukanmelalui ceramah dan penugasan dan sesekali portfolio. Padahal pemahaman ataskonsep dasar Bahasa Indonesia tidak cukup apabila hanya dilakukan melalui keduametode tersebut.

Main Sufanti (2010: 13-14) Menyatakan bahwa Ruang lingkup matapelajaran Bahasa Indonesia mencakup komponen kemampuan berbahasa dan kemampuanbersatra yang meliputi aspek-aspek : (a) mendengar, (b) berbicara, (c) membaca,dan (d) menulis. Komponen kemapuan berbahasa adalah kemampuan yang menuntutsiswa untuk berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia, dengan begitu Perlu adanyaupaya tindak lanjut yang salah satunya berupa penerapan metode role playing,karena sebagai seorang guru harus jeli dalam melihat bagaimana keadaan parasiswa-siswinya dalam sebuah pembelajaran sebelum dimulai maupun yang sudahdimulai, dengan begitu guru akan mengetahui sebatas mana kemampuan siswanyadalam menangkap sebuah pembelajaran yang diajarkan oleh guru. dengan begituguru akan menjadi tahu dan mampu untuk membuat sebuah strategi baru yangdiciptakan dalam menciptakan suasana kelas menjadi menyenangkan bagi siswa.2)   Kelebihan Dan Kelemahan RolePlayingDalampelaksanaan metode pembelajaran Role Playing memiliki kelebihan dan kelemahanyang harus diketahui oleh guru.

Menurut Roestiyah (2008: 93), kelebihan metodeRole Playing (bermain peran) adalah: siswa lebih tertarik perhatiannya padasaat pembelajaran, melatih siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran,memunculkan rasa tanggung jawab terhadap peran yang dilakoni, siswa akanterlatih untuk berinisiatif dan berkreatif, bahasa lisan siswa dapat dibinamenjadi bahasa yang baik agar mudah dipahami orang lain. Sedangkan kelemahanpenggunaan role playing yaitu: Model bermain peranan memerlukan waktu yangrelatif panjang/banyak, Memerlukan kreativitas dan daya kreasi yang tinggi daripihak guru maupun murid dan ini tidak semua guru memilikinya, Apabilapelaksanaan sosiodrama dan bermain peran mengalami kegagalan, bukan saja dapatmemberi kesan kurang baik, tetapi sekaligus berarti tujuan pengajaran tidaktercapai. Dariuraian diatas dapatdisimpulkan bahwa metode pembelajaan yang salah satunya yaiturole playing bisa atau daoat membuat pembelajran yang inovatif dan dapatmeningkatkan ketertarikan siswa terhadap materi apa yang sudah dijelaskan olehguru, sehingga dengan begitu tujuan pembelajaran lebih mudah tercapai.3)   Kemampuan Berfikir SiswaBerpikirkritis tidaklah mudah seperti halnya menghafal karena berpikir kritis kitaharus menggabungkan kata-kata yang berhubungan dengan masalah yang dihadapi.Fisher ( 2009: 4) mengatakan bahwa, “Berpikir kritis adalah pemikiran yangmasuk akal dan reflektif yang berfokus untuk memutuskan apa yang mestidipercaya atau dilakukan”. Dalam berpikir kritis siswa dituntut menggunakanstrategi kognitif tertentu yang tepat untuk menguji keandalan gagasan pemecahanmasalah dan mengatasi kesalahan atau kekurangan. Menurut Paul (dalam Fisher,2009: 4) “Berfikir kritis adalah model berpikir-mengenai hal, subtansi ataumasalah apa saja di mana si pemikir meningkatkan kualitas pemikirannya denganmenangani secara terampil stuktur-struktur yang melekat dalam pemikiran danmenerapkan standar-standar intelektual padanya”.

Berdasarkanbebrapa pendapat yang telah diungkapkan oleh beberapa ahli tersebut dapatdiambil kesimpulan mengenai pengertian kemampuan berpikir kritis yaitu sebuahkemampuan yang dimiliki setiap orang untuk menganalisis atau memutuskan ideatau gagasan ke arah yang lebih spesifik untuk mengejar pengetahuan yangrelevan tentang dunia dengan melibatkan evaluasi bukti. kemampuan ini sangatdiperlukan untuk menganalisis sebuah atau suatu permasalahan hingga pada tahappencarian untuk menyelesaikan bpermasalahan tersebut. Orang-orang yang memilikikemampuan berpikir kritis tidak hanya mengenal sebuah jawaban tetapi mereka akanmencoba mengembangkan kemungkinan-kemungkinan jawaban lain berdasarkan analisisdan informasi yang telah didapat dari suatu permasalahan. Berpikir kritisberarti melakukan sebuah proses penalaran terhadap suatu masalah sampai padatahap akhir yang kompleks tentang “mengapa” dan “bagaimana” proses atas pemecahannya.4)   Metode Role Playing dalamPembelajaran Drama untuk Meningkatkan Kemampuan berfikir Kritis SiswaDalamsebuah pembelajaran banyak sekali permasalahan- permasalahan yang dialami siswaataupun guru, salah satu permasalahan tesebut yaitu kurang kondusifnya prosespembelajaran dikelas tetapi itu semua masih bisa diatasi. Ada banyak cara yangdapat dilakukan oleh seorang guru untuk meningkatkan hasil belajar siswanya,misalnya dengan memilih strategi, pendekatan dan model belajar serta penggunaanmedia dan sumber belajar.

Hal ini dilakukan supaya tujuan pembelajaran dapattercapai dengan baik dan maksimal. Salah satu model yang akan digunakan adalahdengan menggunakan model pembelajaran bermain peran (role playing). Dalammetode pembalajaran role playing (bermain peran) siswa  dilatih untuk pandai dalam berbicara denganbaik dan benar bukan hanya itu saja tetapi siswa juga dilatih dalammengembangkan keterampilan dalam berpikir kritis dan sikap untuk memecahkansebuah permasalahan serta aktif dalam proses pembelajaran dikelas sehinggaproses pembelajaran diharapkan siswa mampu  menangkaap dan paham terhadap materi yangsudah diajarkan. Untuk dapat menerapkan metode role playing (bermain peranan)pada pengajaran secara baik dan terarah, guru harus menjelaskan dulu teknikmetode ini secara jelas kepada siswa yang akan melaksanakannya. Selanjutnyaguru memilih dan menentukan topik atau pokok bahasan yang komprehensif yangdapat didramatisasikan. Melaluilatihan yang baik dan teratur, pokok bahasan ini dapat dilakonkan di mukakelas.

Dengan cara ini, minat dan perhatian murid terhadap pelajaran yangterlalu kaku dan menjemukan, dapat disegarkan kembali melalui metode ini.Sosiodrama yang menyakinkan, dapat membangkitkan minat anak didik kepadapengajaran secara keseluruhan. Untuk meningkatkan kognisi dan psikomotor murid-muridmelalui metode sosiodrama dan bermain peranan ini, setelah dramatisasi itudilaksanakan, guru mengadakan diskusi dengan murid secara keseluruhan tentangtopik dan pelaksanaan drama tadi. Dengan demikian, kognisi dan psikomotor muridsecara keseluruhan dapat pula ditingkatkan melalui bimbingan drama tersebut.Jadi, dramatisasi dan permainan peranan itu menjadi lebih bermakna sebagaisuatu metode interaksi edukatif yang lebih terpadu.

Pada kesempatan ini, gurudan murid tetap melakukan pembinaan konsep dan pengembangan generalisasi sampaikepada menarik kesimpulan-kesimpulan tentang role playing (bermain peran) C.  KESIMPULANDari uraiandiatas dapat disimpulkan bahwa metode role playing adalah pengembangan imajinasidan penghayatan yang dilakukan oleh siswa dengan cara memerankannya sebagaitokoh hidup atau benda mati. Dengan adanya model pembelajaran ini mampumembantu guru untuk lebih mengembangakan daya cipta dan kreatifitas gurusehingga dalam pengembangan pembelajarannya lebih mudah diterima oleh siswa.Bagi siswa juga Role Playing yang dalam bentuk dramatisasi yang mampumenyalurkan daya imajinasi siswa dengan begitu siswa dituntut untuk cepatmemahami materi.