1. menyediakan enkripsi dan dekripsi disebut kriptografi [3]. Cryptosystem

1.

LATAR BELAKANG Kriptografi adalah seni dan ilmu untuk melindungi informasi dari individu yangtidak diinginkan dengan mengubahnya menjadi bentuk yang tidak dikenaliolehpenyerang selama data tersebut disimpan dan ditransmisikan 1. Data Kriptografiterutama mengubah isi data, seperti teks, gambar, audio, video dansebagainya untukdijadikan data yang tidak terbaca, tidak terlihat atau tidak dapat dimengerti selamatransmisi atau penyimpanan disebut Enkripsi. Tujuan utama dari kriptografi adalahmenjaga keamanan bentuk data dari penyerang yang tidak sah. Kebalikan dari enkripsidata adalah data Dekripsi. Data asli yang akan dikirim atau disimpan disebut plaintext, merupakan datayang dapat dibaca dan dimengerti baik oleh orang atau komputer. Sedangkan data yangtidak terbaca, baik oleh manusia atau mesin disebut cipher teks.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Sebuah sistem atauproduk yang menyediakan enkripsi dan dekripsi disebut kriptografi 3. Cryptosystemmenggunakan algoritma enkripsi yang menentukan akan seberapa sederhana ataukompleks proses enkripsi, komponen perangkat lunak yang diperlukan, dan kunci(biasanya panjang bit string), yang bekerja dengan algoritma untuk mengenkripsi danmendekripsi data 3, 4. Tingkat keamanan sebuah algoritma enkripsi tergantungpada ukuran panjang kunci 6.

Ukuran panjang kunci utama yang lebih besar,akansemakin banyak waktu yang diperlukan penyerang melakukan pencarian lengkap daripanjang kunci utama, dan dengan demikian semakin tinggi tingkat keamanan. Padaproses enkripsi enkripsi, kunci merupakan sepotong informasi (nilai yang terdiri urutanbesar bit acak) yang menentukan perubahan tertentu dari plaintext menjadi ciphertext,atau sebaliknya selama proses dekripsi. Kunci enkripsi berdasarkan pada panjangkunci, yang merupakan rentang nilai-nilai yang dapat digunakan untuk merakit kunci.Lebih besar panjang kunci yang dapat dibangun (misalnya kali ini menggunakan ukurankunci dari 128.192, atau 256 bit, sehingga ukuran kunci 256 akan memberikan 2.256panjang kunci) 5, 6. Kekuatan algoritma enkripsi bergantung pada kerahasiaankunci, panjang kunci, vektor inisialisasi, dan bagaimana mereka semua digunakanbersama 6 .

Algoritma cryptography simetris menggunakan kunci simetris (jugadisebut kunci rahasia) atau algoritma asimetris menggunakan kunci asimetris (jugadisebut kunci publik dan kunci private) 1.1 RUMUSAN MASALAH – Bagaimana hasil perbandingan Aes dan Des ? 1.2 TUJUAN – Menganalisa perbandinan enkripsi – deskripsi Aes & Des.

2. KAJIAN PUSTAKA 2.1 Peneletian Terdahulu Pada bagian ini akan membahas beberapa pustaka yang digunakan sebagailandasan teori yang dapat dijadikan acuan atau juga sebagai pembanding terkaitperbandingan DES dan AES.

Berikut ini sebagai pustaka yang diacu adalahpenelitian terdahulu yang telah dilakukan terkait dengan kriptografi DES dankriptografi AES Penelitian sebelumnya yang berjudul Enhancing the Security of DES AlgorithmUsing Transposition CryptographyTechniques menggunakantekniktransposition untuk meningkatkan keamanan kriptografi DES. Penelitianini 9 menggunakan plaintext yang akan dienkripsi dengan algoritma DES yangsudah dimodifikasi dengan tambahan teknik transposition. Teknik transposition yang digunakan dalam penelitian ini adalah SimpleColumnar Transposition Technique (SCTTMR). SCTTMR adalah tekniktransposition yang menyusun plaintext ke dalam sebuah bujur sangkar atau tabelatau matriks dan membacanya dengan urutan kolom secara acak. TeknikSCTTMR dilakukan di awal proses enkripsi. Sehingga plaintext yang akandienkripsi menggunakan algoritma DES sudah merupakan hasil dari modifikasiSCTTMR. Penelitian ini menghasilkan peningkatan keamanan pada algoritmaDES.

Jika intruder ingin menyerang algoritma modifikasi ini, maka diperlukanurutan random kolom yang digunakan pada proses SCTTMR dan memerlukanwaktu yang lebih lama 3. Penelitian lain yang berjudul Modified Key Model of Data Encryption Standardmenggunakan 8 bit pertama hasil permutasi kompresi pertama dan 8 bit terakhirpada permutasi ke dua sebagai 16 bit kombinasi untuk tiap 48 bit key pada saatpengangkatan 16 kunci internal. Sehingga ketika dilakukan proses enchiperingDES kunci yang digunakan 48 bit pada 16 bit pertama selalu statik atau sama.

Tujuan dari penelitian ini adalah memperumit kriptografi DES normal pada saatpengangkatan kunci sehingga lebih sulit untuk dilakukan teknik kriptanalisisDES normal 4. 2.1 Kriptografi Kata kriptografi berasal dari bahasa Yunani yaitu cryptos dan graphein.Cryptos berarti rahasia dan graphein berarti tulisan. Kriptografi disebut juga sebagaiilmu pengetahuan dan seni untuk menjaga keamanan pesan 1. Kriptografi terdiri daridua proses utama yaitu enkripsi dan dekripsi. Berdasarkan kunci yang digunakan dalamproses enkripsi dan dekripsi, terdapat dua jenis algoritma kriptografi yaitu kunciasimetri dan simetri 2. Algoritma kunci asimetri adalah algoritma yang menggunakankunci yang berbeda untuk proses enkripsi dan dekripsi.

Algoritma ini menggunakandua buah kunci yaitu kunci publik dan kunci privat. Kunci publik digunakan untukproses enkripsi dan boleh diketahui oleh umum, sementara kunci privat digunakanuntuk proses dekripsi dan hanya boleh diketahui oleh pihak yang berkepentingan saja.Algoritma kunci asimetri pertama kali diciptakan adalah RSA pada tahun 1978 dankemudian disusul oleh ElGamal pada tahun 1985 3. Algoritma kunci simetrimerupakan algoritma yang menggunakan kunci yang sama untuk melakukan enkripsidan dekripsi pesan. Algoritma ini disebut juga kunci privat karena kunci yangdigunakan hanya boleh diketahui oleh pihak yang berkepentingan. Oleh karena itu,dibutuhkan persetujuan antara pihak pengirim dan penerima mengenai kunci yang akan digunakan. Hampir semua algoritma kriptografi yang berkembang saat ini termasukalgoritma kunci simetri, diantaranya adalah DES (Data Enryption Standard), AES(Advanced Enryption Standard), Blowfish dan RC6. Analisis Performansi Algoritma AES dan Blowfish Pada Aplikasi Kriptografi(PDF Download Available).

Available from:https://www.researchgate.net/publication/305734898_Analisis_Performansi_Algoritma_AES_dan_Blowfish_Pada_Aplikasi_Kriptografi accessed Dec 12 2017. 2.

2 Blok Cipher Blok cipher adalah sebuah cipher dengan kunci simetrik yang beroperasipada kumpulan bit dengan panjang yang tetap, yang dinamakan blok dengantransformasi yang tidak bervariasi. Sebagai contoh, blok yang menerimamasukan plainteks sebesar 128 bit, akan memberikan blok cipherteks sebesar128 bit juga. Jika ada pesan yang ukurannya lebih besar dari ukuran blok, makadilakukan pemecahan pesan menjadi beberapa buah blok dan melakukanpemrosesan enkripsi atau dekripsi tiap bloknya.

Bagaimanapun juga, padametode ini semua blok dienkripsi dengan kunci yang sama, yang mengurangikeamanan. Untuk mengatasi masalah ini, berbagai mode operasi digunakanuntuk meningkatkan keamanan. Gambar 1. Skema enkripsi block cipher Gambar 1. Skema dekripsi block cipher Terdapat 4 mode ketika melakukan pemrosesan secara block cipher , yaituElectronic Code Book (ECB), Cipher Block Chaining (CBC), Cipher Feedback(CFB), dan Output Feedback (OFB). Algoritma DES ini juga merupakan algoritma enkripsi block- 2.3 Data Encryption Standard (DES) DES adalah algoritma cipher blok yang populer karena dijadikan standard algoritma enkripsi kunci-simetri, meskipun saat ini standard tersebut telah digantikan dengan algoritma yang baru AES, karena DES sudah dianggap tidak aman lagi.

chiper dengan panjang blok 64 bit dan dengan panjang kunci 56 bit yangbersifat rahasia yang dibagi (shared secret). Shared secret sendiri merupakansepenggal data yang hanya diketahui oleh pihak-pihak yang melakukankomunikasi, dalam hal ini yaitu pengirim pesan dan penerima pesan. Cara Kerja Data Encryption Standard Cara kerjanya adalah 2.

4 Advanced Encryption Standart (AES) Advanced Encryption Standard (AES) merupakan algoritmacryptographic yang dapat digunakan untuk mengamankan data. Algoritma AESadalah blok chipertext simetrik yang dapat mengenkripsi(encipher) dan dekripsi(decipher) informasi. Enkripsi merubah data yang tidak dapat lagi dibacadisebut ciphertext; sebaliknya deskripsi adalah merubah ciphertext data menjaidbentuk semula yang kita kenal sebagai plaintxt. Algoritma AES menggunakankunci kriptografi 128, 192, dan 256 bits untuk mengenkrip dan deskrip datapada blok 128 bits. dengan mengubah pesan asli yang dapat dimengerti/dibaca manusia (plainteks) ke bentuk lain yang tidak dapat dimengerti/dibaca oleh manusia (cipherteks). Proses transformasi plainteks menjadi chiperteks diistilahkan dengan enkripsi. AES (Advanced Encryption Standard) adalah lanjutan dari algoritma enkripsi standart DES(Data Encryption Standard) yang masa berlakunya dianggap telah usai karena faktorkeamanan. Kecepatan komputer yang sangat pesat dianggap sangat membahayakan DES,sehingga pada tanggal 2 Maret tahun 2001 ditetapkanlah algoritma baru Rijndael sebagai AES.

Kriteria pemilihan AES didasarkan pada 3 kriteria utama yaitu: keamanan, harga, dankarakteristik algoritma beserta implementasinya. Keamanan merupakan faktor terpentingdalam evaluasi (minimal seaman triple DES), yang meliputi ketahanan terhadap semua analisissandi yang telah diketahui dan diharapkan dapat menghadapi analisis sandi yang belumdiketahui. AES juga harus dapat digunakan secara bebas tanpa harus membayar royalti, danjuga murah untuk diimplementasikan pada smart card yang memiliki ukuran memori kecil.AES juga harus efisien dan cepat (minimal secepat Triple DES) dijalankan dalam berbagai mesin 8 bit hingga 64 bit, dan berbagai perangkat lunak. AES memiliki blok masukan dankeluaran serta kunci 128 bit.

Untuk tingkat keamanan yang lebih tinggi, AES dapatmenggunakan kunci 192 dan 256 bit. Setiap masukan 128 bit plaintext dimasukkan ke dalamstate yang berbentuk bujursangkar berukuran 4×4 byte. State ini di-XOR dengan key danselanjutnya diolah 10 kali dengan subtitusi-transformasi linear-Addkey. Dan di akhir diperolehciphertext. Berikut ini adalah operasi Rijndael (AES) yang menggunakan 128 bit kunci: Ekspansi kunci utama (dari 128 bit menjadi 1408 bit)Pencampuransubkey. Ulang dari i=1 sampai i=10 Transformasi : ByteSub (subtitusi perbyte) ShiftRow (Pergeseren byte perbaris) MixColumn (Operasi perkalian GF(2)per kolom) Pencampuran subkey (dengan XOR) Transformasi : ByteSub dan ShiftRow Pencampuran subkey Kesimpulan yang didapat adalah : – AES terbukti kebal menghadapi serangan konvensional (linear dandiferensial attack) yang menggunakan statistik untuk memecahkan sandi. – Kesederhanaan AES memberikan keuntungan berupa kepercayaan bahwaAES tidak ditanami trapdoor.

– Namun, kesederhanaan struktur AES juga membuka kesempatan untukmendapatkan persamaan aljabar AES yang selanjutnya akan diteliti apakahpersamaan tersebut dapat dipecahkan Bila persamaan AES dapat dipecahkan dengan sedikit pasanganplaintext/ciphertext, maka riwayat AES akan berakhir. AES didesain dengan sangat hati-hati dan baik sehingga setiapkomponennya memiliki tugas yang jelas AES memiliki sifat cipher yang diharapkan yaitu : tahanmenghadapi analisis sandi yang diketahui, fleksibel digunakandalam berbagai perangkat keras dan lunak, baik digunakan untukfungsi hash karena tidak memiliki weak(semi weak) key, cocokuntuk perangkat yang membutuhkan key agility yang cepat, dancocok untuk stream cipher. 3. METODE PENELITIAN Dalam melakukan perbandingan antara AES dan DES dapat dijelaskan denganflowchart sebagai berikut :FlowChart DES Start Inisialisasi Input Plaintext Input Kunci Konversi Konversi karakterplaintext ke bentuk biner Algoritma DES Konversi karakter kunci kedalam bentuk biner FlowChart AES Input Plaintext END Start Inisialisasi Input Kunci Algoritma AES END 4. HASIL DAN PEMBAHASAN- DES Berikut Proses Enkripsi – Deskripsi menggunakan algoritma DES, Kemudian setelah di enkripsi menggunakan algoritma DES, dikorelasikan antar Plaintext dan Chipertext namun diubah menjadi decimal. Berikut hasil korelasi DES, – AES Berikut hasil korelasi AES 5.

KESIMPULAN Dengan perbandingan dan pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwaalgoritma AES membutuhkan waktu enkripsi dan deskripsi lebih sedikit dibandingkandengan algoritma DES karena mempunyai nilai yang lebih kecil dibanding denganAlgoritma DES. 6. DAFTAR PUSTAKA https://sites.google.com/site/riksongultom/analisis-perbandingan-antara-algoritma-kriptografi-aes-dan-deshttp://kriptografijaringan.blogspot.co.id/2016/03/enkripsi-algoritma-aes-advanced.html https://www.nayuki.io/page/des-cipher-internals-in-excel https://www.nayuki.io/page/aes-cipher-internals-in-excel,