1. kemudian dikenal dengan Advanced Encryption Standard (AES). Setelah

1.    LatarBelakang Pada perkembangan zaman saat ini di dunia IT sangatkeamanan sangat lah penting, karena itu sangat berpengaruh besar padakelangsungan hidup manusia, contoh pada suatu perselisihan antar Negara, jikatidak memiliki keamanan yang bagus bisa ber akibat fatal. Misalnya lagiseseorang yang biasa menyimpan data-data penting ke dalam suatu file dengankarakter yang tidak terkode (plaintext), sangatlah rawan apabila tidakberhati-hati. Apabila jika data tersebut di simpan dalam suatu komputer yangdigunakan secara bebas, bagi siapa saja yang inginmenggunakannya karena seperti saat ini yang kita ketahui aktifitas pencuriandata baik itu terhadap komputer yang terhubung pada suatu jaringan maupuntidak, sudah menjadi hal yang sering terdengar dan tidak asing lagi bagi kalanganintelektual khususnya dan masyarakat luas pada umumnya. Hal-hal yang berkaitandengan pengamanan data-data penting tersebut haruslah benar-benar diperhatikanagar data yang akan disampaikan atau masih tersimpan dalam komputer kita tetapaman dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab.Untuk mengetahui algoritma mana yang paling bisa dikatakan hebat dalammengamankan suatu data, maka peneliti akan melakukan perbandingan kepada keduaalgoritma kriptografi yang sedang populer dan sering dipakai oleh ahlikriptografi dunia yaitu Algoritma DES & AES.

 2.    Kajian Pustaka 2.1. Penelitian Terdahulu Algoritmakriptografi bernama Rijndael yang didesain oleh oleh Vincent Rijmen dan JohnDaemen asal Belgia keluar sebagai pemenang kontes algoritma kriptografi penggantiDES yang diadakan oleh NIST (National Institutes of Standards and Technology)milik pemerintah Amerika Serikat pada 26 November 2001. Algoritma Rijndaelinilah yang kemudian dikenal dengan Advanced Encryption Standard (AES). Setelahmengalami beberapa proses standardisasi oleh NIST, Rijndael kemudian diadopsimenjadi standard algoritma kriptografi secara resmi pada 22 Mei 2002. Pada2006, AES merupakan salah satu algoritma terpopuler yang digunakan dalamkriptografi kunci simetrik.

 2.2. KriptografiKriptografi (cryptography) berasal dari bahasa Yunani,terdiri dari dua suku kata yaitu kripto dan graphia. Kripto artinyamenyembunyikan, sedangkan graphia artinya tulisan. Kriptografi adalah ilmu yangmempelajari teknik-teknik matematika yang berhubungan dengan aspek keamananinformasi, seperti kerahasiaan data, keabsahan data, integritas data, sertaautentikasi data .Tetapi tidak semua aspek keamanan informasi dapat diselesaikandengan kriptografi. Kriptografi dapat pula diartikan sebagai ilmu atau seni untuk menjagakeamanan pesan.

Padaprinsipnya, Kriptografi memiliki 4 komponen utama yaitu: Plaintext, yaitu pesanyang dapat dibaca Ciphertext, yaitu pesan acak yang tidka dapat dibaca Key,yaitu kunci untuk melakukan teknik kriptografi Algorithm, yaitu metode untukmelakukan enkrispi dan dekripsi Kemudian,proses yang akan dibahas dalam artikel ini meliputi 2 proses dasar padaKriptografi yaitu: Enkripsi (Encryption) Dekripsi (Decryption) dengan key yangdigunakan sama untuk kedua proses diatas. Penggunakan key yang sama untuk keduaproses enkripsi dan dekripsi ini disebut juga dengan Secret Key, Shared Keyatau Symetric Key Cryptosystems. Sedangkan pengertian kriptografi dalam des danaes sebagai berikut.2.

2.1kriptografi DESDES (Data EncryptionStandard) adalah algoritma cipher blok yang populer karena dijadikan standardalgoritma enkripsi kunci-simetri, meskipun saat ini standard tersebut telahdigantikan dengan algoritma yang baru, AES, karena DES sudah dianggap tidakaman lagi. Sebenarnya DES adalah nama standard enkripsi simetri, nama algoritmaenkripsinya sendiri adalah DEA (Data Encryption Algorithm), namun nama DESlebih populer daripada DEA. Algoritma DES dikembangkan di IBM dibawahkepemimpinan W.

L. Tuchman pada tahun 1972. Algoritma ini didasarkan padaalgoritma Lucifer yang dibuat oleh Horst Feistel. Algoritma ini telah disetujuioleh National Bureau of Standard (NBS) setelah penilaian kekuatannya olehNational Security Agency (NSA) Amerika Serikat.DES termasuk ke dalam sistem kriptografi simetri dantergolong jenis cipher blok. DES beroperasi pada ukuran blok 64 bit.

DESmengenkripsikan 64 bit plainteks menjadi 64 bit cipherteks dengan menggunakan56 bit kunci internal (internal key) atau upa-kunci (subkey). Kunci internaldibangkitkan dari kunci eksternal (external key) yang panjangnya 64 bit.Skema global dari algoritma DES adalah sebagai berikut1. Blok plainteks dipermutasi dengan matriks permutasiawal (initial permutation atau IP).2. Hasil permutasi awal kemudian di-enciphering-sebanyak 16 kaH (16 putaran).

Setiap putaran menggunakan kunci internal yangberbeda.3. Hasil enciphering kemudian dipermutasi denganmatriks permutasi balikan (invers initial permutation atau IP-1 ) menjadi blokcipherteks.2.2.1kriptografi AESAESini merupakan algoritma block cipher dengan menggunakan sistem permutasi dansubstitusi (P-Box dan S-Box) bukan dengan jaringan Feistel sebagaiman blockcipher pada umumnya. Jenis AES terbagi 3, yaitu :1.

    AES-1282.    AES-1923.    AES-256Pengelompokkan jenis AES ini adalahberdasarkan panjang kunci yang digunakan. Angka-angka di belakang kata AESmenggambarkan panjang kunci yang digunakan pada tipa-tiap AES. Selain itu, halyang membedakan dari masing-masing AES ini adalah banyaknya round yang dipakai.AES-128 menggunakan 10 round, AES-192 sebanyak 12 round, dan AES-256 sebanyak14 round.

AES memiliki ukuran block yang tetap sepanjang 128 bit danukuran kunci sepanjang 128, 192, atau 256 bit. Tidak seperti Rijndael yangblock dan kuncinya dapat berukuran kelipatan 32 bit dengan ukuran minimum 128bit dan maksimum 256 bit. Berdasarkan ukuran block yang tetap, AES bekerja padamatriks berukuran 4×4 di mana tiap-tiap sel matriks terdiri atas 1 byte (8bit). Sedangkan Rijndael sendiri dapat mempunyai ukuran matriks yang lebih dariitu dengan menambahkan kolom sebanyak yang diperlukan. Blok chiper tersebutdalam pembahasan ini akan diasumsikan sebagai sebuah kotak. Setiap plainteksakan dikonversikan terlebih dahulu ke dalam blok-blok tersebut dalam bentukheksadesimal.

Barulah kemudian blok itu akan diproses dengan metode yang akandijelaskan2.3. Kriptografi – blok chipper Salah satu kriptografi simetrik adalah Block Cipher.

Block Cipher melakukan enkripsi dan dekripsi terhadap sebuah data yang masuk ,membaginya dalam blok – blok data terlebih dahulu, lalu proses enkripsidilakukan secara terpisah terhadap masing – masing blok data .Illustrasi dari Block Cipher digambarkan sebagaiberikut .Dalam matematis, Block Cipher merupakan pemetaan blok– blok plaintext ke blok – blok ciphertext .Ambil bahwa dalam suatu teks sandi sepanjang n-bit,terlebih dahulu kita bagi dalam beberapa blok – blok dengan ukuran panjang yangsama. Dengan kunci yang sama dan dengan algoritma tertentu, blok – blok inidienkripsi, dan hasil outputnya pun berupa blok – blok sandi yang terenkripsidan berukuran sama.

Block cipher memiliki beberapa keuntungan, yaitumudahnya implementasi algoritma Block Cipher ke dalam software – software.Error Propagation yang terjadi pun tidak merambat ke ciphertext lainnya karenaenkripsi masing – masing bloknya independen.Namun, Block Cipher sangat mudah dianalisis karenablok – blok yang dienkripsi saling independen dan kuncinya sama, maka hal inimemudahkan kriptanalis untuk mengetahui kunci yang digunakan.Ada 5 method dalam pengenkripsian, yaitu metodeElectronic Code Book, Cipher Block Chaining, Cipher Feedback, Outer Feedback,dan Counter. Untuk kali ini akan dibahas metode Electronic Code Book dan CipherBlock Chaining.1. Electronic Code Book.

Electronic Code BookMetode standar dari Block Cipher, yaitu masing – masing blok plainteksdienkripsi dengan kunci yang sama secara independen. Kelemahan utama darimetode ini adalah mudahnya pendeteksian, terutama jika ada blok  – blokdata yang sama dan dienkripsi dengan kunci yang sama maka akan menghasilkancipherteks yang sama pula. Hal inilah yang menyebabkan mengapa disebutElectronic Code Book,karena seolah kita dapat mengetahui dan membuat sebuahkamus atau ensiklopedi dari plainteks dan cipherteks dengan kunci yang sama.2. Cipher Block ChainingCipher Block ChainingSchemeUntuk mengatasi kekurangan yang dimiliki oleh ECB,maka dibentuklah metode Cipher Block Chaining Ini.

Pada dasarnya, konsepenkripsinya sama dengan ECB, namun ada perbedaan disini, bahwa plaintext yangakan dienkripsi, terlebih dahulu dilakukan XOR dengan ciphertext fasesebelumnya. Untuk fase pertama digunakanlah Initialization Vector sebagai nilaiawal, yang kemudian di XOR dengan blok plaintext yang selanjutnya dilakukanenkripsi dengan kunci yang telah disepakati. Selanjutnya, blok ciphertext yangdihasilkan, selain dikeluarkan melalui output, blok ciphertext tersebutdilakukan XOR lagi dengan blok plaintext yang selanjutnya.Pada metode dekripsi, yang dilakukan terlebih dahuluadalah mendekripsi blok ciphertext yang kemudian dilakukan XOR denganciphertext sebelumnya, dimana untuk fase awal digunakan Initialization Vectoryang sama dengan pada saat enkripsi. Selanjutnya, blok ciphertext ini diXORdengan blok ciphertext selanjutnya setelah dilakukan proses dekripsi.3. Cipher FeedbackCipher FeedbackSchemeMetode Cipher Feedback menggunakan sistem ShiftRegister, dimana yang diproses terlebih dahulu adalah Initialization Vectordalam algoritma Enkripsi dengan Kunci.

Setelah diproses, bit yang dihasilkanakan melalui proses seleksi bit, biasanya bit – bit yang paling kiri, untukselanjutnya dienkripsi dengan Plaintext untuk menghasilkan Ciphertext. Bit hasilseleksi yang digunakan tergantung besarnya bit blok plaintext yang diinput.Selanjutnya, setelah mendapatkan blok ciphertext, selain di output, blokciphertext tersebut dimasukkan ke IV yang sebelumnya, dan IV digeser sebanyakbit blok ciphertext sebelumnya, yang selanjutnya IV yang telah digeser bersamablok ciphertext yang digabung bersama IV tersebut diproses kembali olehalgoritma Enkripsi tersebut.4. Output FeedbackOutput FeedbackSchemePerbedaan mendasar OFB, yang membedakannya dengan CFB adalahinput yang digunakan dalam proses enkripsi.

Kalau dalam CFB, input yangdigunakan adalah ciphertext yang selanjutnya dishift bersama IV, dalam OFB yangdigunakan adalah output bit hasil dari proses seleksi yang kemudian dishiftbersama IV yang sebelumnya. Hasil Seleksi tetap diguanakan dalam prosesenkripsi Plaintext untuk mendapatkan Ciphertext. 3.

    Metode PenelitianMetode penelitian kali ini adalah flowchart  dan akan membandingkan kriptografi DES danAES dan akan mengtahii hasil dan perbedaannya.                                                     4.    Hasil dan Pembahasan  4.

1  DES            Langkahmencari kriptografi DESDengan rumus : Mencari ASCII           =CODE(plaintextyang diinput)Mencari BINER          =DEC2BIN(hasildari ascii)Mencari HEXA           =BIN2HEX(hasildari biner)Mencari DESHEXA   diperolehdari rumus yang sudah ada.Mencari DECIMAL    =HEX2DEC(nilaidari hexa)Mencari DESCDECIMAL     =HEX2DEC(nilaidari deschexa)  PLAINTEXT ASCII BINER HEXA DESCHEXA DECIMAL DESCDECIMAL L 76 1001100 4C D4 76 212 U 85 1010101 55 C4 85 196 G 71 1000111 47 4B 71 75 A 65 1000001 41 81 65 129 S 83 1010011 53 9B 83 155 P 80 1010000 50 D8 80 216 R 82 1010010 52 BE 82 190 A 65 1000001 41 89 65 137 Y 89 1011001 59 8D 89 141 O 79 1001111 4F 8F 79 143 G 71 1000111 47 37 71 55 I 73 1001001 49 5E 73 94 S 83 1010011 53 5A 83 90 I 73 1001001 49 BB 73 187 N 78 1001110 4E 7B 78 123 A 65 1000001 41 45 65 69   KORELASI DESC 0,433819763 Rumus korelasi =CORREL(decimal;descdecimal) Kajian DESHEXA Plaintext (input) Key (input) Ciphertext (output) 4B4556494E505241 752878397493CB70 D4C44B819BD8BE89     4.2 AESLangkah mencari kriptografi AESrumusMencari AESHEXA   diperolehdari rumus yang sudah ada.

Mencari AESDECIMAL        =HEX2DEC(nilaidari aeshexa)  AESHEXA AESDECIMAL 8E 142 75 117 0E 14 AC 172 1B 27 E6 230 9 9 92 146 B9 185 3E 62 43 67 78 120 9F 159 57 87 C9 201 43 67  Korelasi aes KORELASI AES 0,108908904  Rumus korelasi =CORREL(decimal;aesdecimal) Kajian AESHEXA di ambil dari ciphertext String Representations Plaintext: 75698673788082658365687265786565 Key: 2B7E151628AED2A6ABF7158809CF4F3C Ciphertext: 8E750EAC1BE60992B93E43789F57C943  Lebih lengkapnya akan saya sisipkan dalam excel 5.    KesimpulanDalam makalah ini disajikan studi baru perbandinganantara DES dan AES. Dengan dilakukan perbandingan teoritis, analisiseksperimental dan perbandingan algoritma DES dan AES. Berdasarkan file teksyang digunakan dan hasil eksperimen dapat disimpulkan bahwa algoritma AESmembutuhkanwaktu enkripsi dan dekripsi lebih sedikit dibandingkan dengan algoritma DES. Padahal dalam tingkat keamanansama-sama kuat.

jadi jika kita menggunakan AES akan lebih efektif. 6.    Daftar Pustaka https://www.nayuki.io/page/des-cipher-internals-in-excelhttps://www.nayuki.io/page/aes-cipher-internals-in-excelhttps://sites.google.com/site/riksongultom/analisis-perbandingan-antara-algoritma-kriptografi-aes-dan-deshttp://kriptografijaringan.blogspot.co.id/2016/03/enkripsi-algoritma-aes-advanced.html